Connect With Us

Rekor Buruk 11 Pertandingan Tak Pernah Menang, Begini Cara Persita Kalahkan Barito Putera

Fahrul Dwi Putra | Senin, 25 November 2024 | 06:11

Persita Tangerang melawan Barito Putera pada pekan ke-11 BRI Liga 1 2024/2025 di Stadion Sultan Agung, Bantul, pada Sabtu, 23 November 2024. (@TangerangNews / Istimewa)

TANGERANGNEWS.com- Persita Tangerang akhirnya memutus rekor buruk setelah berhasil mengalahkan Barito Putera dengan skor 2-0 dalam lanjutan pekan ke-11 BRI Liga 1 2024/2025, di Stadion Sultan Agung, Bantul, pada Sabtu, 23 November 2024, lalu.

Kemenangan ini menandai kemenangan pertama Persita atas Barito Putera setelah 11 pertemuan tanpa hasil maksimal.  

Dua gol Persita dicetak oleh Marios Ogkmpoe melalui penalti di menit ke-25 dan Esal Sahrul pada menit ke-68.  

Pelatih Persita Fabio Lefundes menegaskan, konsistensi ialah kunci kemenangan dari klub berjuluk Pendekar Cisadane dalam laga ini. Ia menyebut bahwa Barito Putera tetap menjadi lawan berbahaya meskipun berada di papan bawah klasemen.  

"Tentang kondisi Barito Putera di klasemen itu situasi yang berbahaya, karena mereka bisa mengalahkan tim manapun di atas mereka. Barito menekan kami sampai posisi pertahanan kami," ujar Fabio usai pertandingan.  

Fabio juga menginstruksikan para pemain untuk terus menekan lawan secara agresif, terlebih setelah berhasil mendapatkan momentum lewat gol penalti Marios. 

"Di sepak bola kami tidak boleh bersantai, sebelum penalti kami melewatkan peluang emas dari Gian Zola. Dan kami mengorganisir setelah babak kedua dan tampil lebih baik ketimbang mereka," tambahnya.    

Kemenangan ini juga tidak lepas dari performa gemilang lini belakang Persita. Igor Rodrigues, yang kembali mengawal gawang, berhasil melakukan beberapa penyelamatan penting, seperti tendangan bebas keras dari Chechu Meneses di menit-menit akhir.  

Fabio memuji konsistensi para pemain bertahannya, termasuk lima bek yang telah ia rotasi sepanjang musim ini, yakni Javlon, Sandro, Andrean, Fathoni, dan Ryuji. 

"Kami terus menjaga konsistensi untuk bertahan dengan baik dan juga menyerang," katanya.  

Gol pembuka Persita berasal dari penalti yang dieksekusi dengan tenang oleh Marios Ogkmpoe. Penalti ini diberikan setelah pergerakan Ikhwan Ali Tanamal di sisi kiri menghasilkan handball dari pemain Barito, Aditya Daffa.  

Gol kedua datang di babak kedua melalui Esal Sahrul, yang memanfaatkan umpan matang dari Irsyad Maulana. Irsyad berhasil melewati jebakan offside sebelum memberikan assist sempurna untuk Esal.  

"Kami memiliki poin yang cukup baik. Dan hanya butuh waktu untuk meraih posisi yang lebih baik nantinya," tukas Fabio.  

Dengan tambahan tiga poin, Persita kini mengoleksi 18 poin dan berada di peringkat ke-9 klasemen sementara.

BANDARA
Erupsi Gunung Sinabung, Puluhan Penerbangan Rute Bandara Soetta - Kualanamu Terdampak

Erupsi Gunung Sinabung, Puluhan Penerbangan Rute Bandara Soetta - Kualanamu Terdampak

Rabu, 2 September 2026 | 13:41

Erupsi Gunung Sinabung di Sumatera Utara berdampak pada operasional penerbangan rute Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta) - Bandara Internasional Kualanamu, maupun sebaliknya, Rabu 2 September 2026.

TANGSEL
Proyek Pengenali Banjir dan Longsor di Tangsel Baru 30 Persen, Pilar Minta Dikebut Sebelum Musim Hujan

Proyek Pengenali Banjir dan Longsor di Tangsel Baru 30 Persen, Pilar Minta Dikebut Sebelum Musim Hujan

Kamis, 3 September 2026 | 20:13

Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) tengah mengerjakan pembangunan turap dan bronjong di tiga titik wilayah rawan banjir dan longsor.

HIBURAN
Genap 32 Tahun, ARYADUTA Lippo Village Bakal Tampil Lebih Baru

Genap 32 Tahun, ARYADUTA Lippo Village Bakal Tampil Lebih Baru

Rabu, 2 September 2026 | 13:43

ARYADUTA Lippo Village memasuki usia ke-32 tahun pada September 2026. Selama lebih dari tiga dekade, hotel bintang empat yang berada di kawasan Lippo Village, Tangerang,

OPINI
Sandera Dana Desa Demi Bebas Asap

Sandera Dana Desa Demi Bebas Asap

Jumat, 28 Agustus 2026 | 21:31

Kebakaran hutan dan lahan merupakan tantangan tata kelola yang berulang setiap siklus musim kemarau di Indonesia. Keterlambatan respons mesin birokrasi pemerintah daerah maupun pusat tidak sekadar berakar pada persoalan anomali cuaca.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill