Connect With Us

BP2T Tangsel Stop Pembangunan SPBG

Bastian Putera Muda | Senin, 6 Januari 2014 | 17:57

Kepala BP2T Tangsel Dadang Sopyan ( / TN)


 
TANGSEL-Badan Pelayanan Perizinan Terpadu (BP2T) Kota Tangsel menghentikan pembangunan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Gas (SPG) di Serua, Ciputat, Kota Tangsel.
 
Hal itu dilatari, ketiadaan izin serta  tanpa adanya persetujuan dari warga sekitar.
Kepala BP2T Kota Tangsel Dadang Sofyan mengatakan, warga menolak adanya pembangunan SPBG, karena memang lokasi pembangunan tidak sesuai 
dengan peruntukkannya.
 
Di wilayah tersebut  merupakan kawasan permukiman. "Sudah kita stop pembangunannya sejak bulan lalu. Karena tidak ada izinnya. Dan kita tidak 
penah mengeluarkan izin," ungkapnya, Senin (6/1).
 
Dikatakan untuk perizinan pembangunna SPBG, pihaknya harus melalui Badan koordinasi Ruang Daerah (BKRD) dari Provinsi Banten. Setelah itu, pihak Pemkot Tangsel baru dapat mengeluarkan izin pembangunannya.
 
"Surat dari BKRD juga belum ada di kami. Bagaimana kami mau memprosesnya. Kan, harus sesuai prosedur," ujarnya.
 
Menurutnya, pihaknya tidak akan gegabah mengeluarkan surat izin, jika tidak sesuai 
dengan prosedur yang berlaku. Kalau memang semua persyaratan sesuai dengan aturan, pihaknya tidak akan mempersulit untuk mengeluarkan izin.
 
"Kalau di Standar Operasional Prosedur (SOP)-nya untuk paling lama satu bulan pengajuan perizinan disetujui," ucap mantan Kepala Dinas Pendidikan itu. 
 
Sementara, Camat Ciputat, Deden Juardi menuturkan kalau proyek itu milik PT Pertamina dan didanai APBN. Pihaknya sudah melakukan pertemuan antara warga 
dan juga perwakilan PT Pertamina di kantor Kelurahan Serua. Sama dengan BP2T, Pihaknyapun tidak pernah mengeluarkan izin atau jenis rekomendasi terkait pembangunan SPBG tersebut.
 
"Koordinasi atau musyawarah dan sosialisasi seperti yang diinginkan warga memang belum dilakukan saat pembangunan SPBG itu," ucapnya.
 
Sebelumnya, ratusan warga datang ke kantor Kelurahan Serua untuk melakukan protes rencana dibangunnya SPBG di kawasan mereka. Warga tidak terima bila wilayahnya dijadikan untuk pembangunan SPBG karena dampak yang ditimbulkan merugikan mereka.
 
Penolakan didasarkan kepada efek dari pembangunan itu sendiri. Warga khawatir bila 
ada SPBG akan menimbulkan efek kurang baik. Warga akan terus melakukan berbagai upaya agar 
 
SPBG gagal dibangun. Diketahui, pembangunan  SPBG ini di atas lahan seluas sekitar 5.000 meter persegi.
 
TOKOH
Richard Lee Siap Buka Seluruh Fakta, Tantang Doktif Hadir ke Persidangan

Richard Lee Siap Buka Seluruh Fakta, Tantang Doktif Hadir ke Persidangan

Kamis, 30 Juli 2026 | 14:28

Richard Lee menantang Samira Farahnaz alias Doktif untuk hadir dalam sidang kasus dugaan pelanggaran perlindungan konsumen yang menjerat dirinya sebagai terdakwa.

BANDARA
Bergabung ke Terminal Khusus 2F Bandara Soetta, 4 Maskapai Baru Layani Jemaah Umrah Mulai 7 Agustus

Bergabung ke Terminal Khusus 2F Bandara Soetta, 4 Maskapai Baru Layani Jemaah Umrah Mulai 7 Agustus

Rabu, 5 Agustus 2026 | 19:54

Empat maskapai internasional resmi bergabung untuk melayani keberangkatan dan kedatangan jemaah umrah di Terminal Khusus Haji dan Umrah 2F Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta), Kota Tangerang, mulai 7 Agustus 2026.

BISNIS
Atap Mal Ciputra Tangerang Dipasang 1.260 Panel Surya, Pangkas Kebutuhan Listrik Hingga 23 Persen

Atap Mal Ciputra Tangerang Dipasang 1.260 Panel Surya, Pangkas Kebutuhan Listrik Hingga 23 Persen

Jumat, 31 Juli 2026 | 16:34

Ciputra Group melakukan langkah besar dalam transisi energi hijau dengan mengoperasikan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Atap di salah satu pusat perbelanjaan unggulannya, Mall Ciputra Tangerang.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill