Connect With Us

Diganjar WDP, Ini Alasan Pejabat Tangsel

Bastian Putera Muda | Senin, 2 Juni 2014 | 21:35

Ilustrasi Uang (Dens Bagoes Irawan / TangerangNews)

 
TANGSEL-Diganjarnya akuntabilitas Pemkot Tangsel Wajar Dengan Pengecualian (WDP) oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Provinsi Banten membuat pejabat pemerintah daerah Kota Tangel berkomentar.
 
Kepala Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (DPPKAD) Tangsel Uus Kusnadi mengaku ada dua indikator yang mejadi alasan itu terjadi.
 
"Ada dua item yakni masalah aset eks desa dan pembayaran pihak ketiga di Dinkes," ungkapnya, hari ini.
 
Dia mengakui bahwa terbentuknya desa menjadi kelurahan sudah dibentuk sejak 2006. Namun demikian hingga kini keseluruhan  belum tercatat semua.
 
"Tentunya secara bertahap terus dilakukan oleh kami untuk merapikan semua dokumen-dokumen pendukung. Saya berharap tahun ini akan dapat diselesaikan secara baik," katanya.
 
Selain aset desa, penurunan predikat itu juga merujuk pada  persoalan Alat Kesehatan (Alkes) Dinas Kesehatan (Dinkes) Tangsel yang tersangkut persoalan dengan pihak ketiga. Ia juga berharap ada kepastian apakah pemkot harus membayar atau tidak.
 
"Nanti menunggu kepastian dengan pihak ketiga, kalau memang dianggap hutang tentunya Pemkot Tangsel bakal membayar agar persoalanya cepat selesai," ujarnya.
 
Sementara saat disingung siapa yang harus bertangung jawab soal turun-nya predikat itu, kata dia, semua komponan dan jajaran Pemerintah Kota wajib terlibat.
 
Tujuan-nya demi mewujudkan Good Goverment. "Ini semua harus ikut terlibat, jadi bukan secara parsial cara  pandangnya. Perlu ada rangkaian secara utuh untuk menyelesaikan persoalan ini," terangnya.
 

MANCANEGARA
Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Selasa, 14 Juli 2026 | 13:48

Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut

WISATA
BSD Urbanatura Eco Urban Park, Taman Kota Seluas 12 Hektare dengan Aliran Sungai Cijantra

BSD Urbanatura Eco Urban Park, Taman Kota Seluas 12 Hektare dengan Aliran Sungai Cijantra

Kamis, 6 Agustus 2026 | 14:41

Sebuah taman kota multifungsi dengan bentangan jalur sungai sepanjang 1,5 kilometer yang dikelilingi lanskap tropis rimbun kini hadir di BSD City, Tangerang.

AYO! TANGERANG CERDAS
7 Sekolah Swasta Mundur dari Program Sekolah Gratis, DPRD Minta Pemprov Carikan Solusi untuk Siswa

7 Sekolah Swasta Mundur dari Program Sekolah Gratis, DPRD Minta Pemprov Carikan Solusi untuk Siswa

Selasa, 28 Juli 2026 | 14:04

Sekretaris Komisi V DPRD Provinsi Banten, Rifky Hermansyah, meminta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Provinsi Banten menjamin hak siswa yang terdampak setelah tujuh SMA swasta mengundurkan diri dari Program Sekolah Gratis.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill