Efisiensi Masih Berlanjut, Pemerintah Bakal Pangkas Anggaran MBG
Rabu, 20 Mei 2026 | 11:42
Pemerintah kembali membuka peluang penghematan anggaran program Makan Bergizi Gratis (MBG).
TANGSEL-Warga sekitar tempat kejadian perkara pembegalan motor dan pembakaran pelaku begal yang terjadi kemarin, tidak semua membuka keterangan terkait peristiwa pembakaran terhadap seorang begal motor. Mereka terkesan tertutup untuk menceritakan peristiwa tersebut.
Hanya Nano warga setempat yang mau membuka mulutnya kepada www.TangerangNews.com. Menurut dia, pelaku yang dibakar warga adalah seorang yang menghujamkan samurainya kepada korban.
Setelah terjatuh lalu pelaku berlari ke rumah salah satu warga dan sempat masuk kedalam sebuat warteg. Lalu pelaku yang memiliki ciri dilengan dengan tato GBR itu berusaha bertahan di dalam warteg tersebut. 
Nano yang memiliki tubuh tambun itu mengaku, warga membutuhkan waktu lama untuk memaksa pelaku keluar dari warteg tersebut. “Ada satu jam lebih sampai akhirnya pintu warteg didobrak paksa warga,” ujar Nano.
Pada saat ditangkap oleh warga, tak ditemukan identitas pelaku, tetapi warga sempat menanyakan asal pria tersebut, dan korban sempat menyebutkan salah satu wilayah yaitu Lampung.
" Pas ditangkep warga, enggak ada KTP-nya, tapi waktu ditanya asalnya dari mana, itu orang (pelaku yang tewas) nyebutin dari daerah Lampung," ungkap Nano saat di wawancara.
www.TangerangNews.com juga mendapati keterangan Mat Alih Ketua RT 01/04 Kelurahan Jurang Mangu Timur, Kecamatan Pondok Aren, Kota Tangsel. Dia menuturkan bahwa jumlah pelaku sebanyak lima orang, salah satu diantaranya seorang wanita dengan menggunakan dua unit sepeda motor.
"Ada yang perempuan mas, berlima tuh dia, nah yang bertiga sama perempuan satu, yang paling belakang itu dia yang dibakar warga," ujar Mat Alih.
TODAY TAGPemerintah kembali membuka peluang penghematan anggaran program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Kasus hantavirus kembali menjadi sorotan setelah muncul laporan infeksi virus langka tersebut di kapal pesiar MV Hondius yang dikabarkan menyebabkan korban meninggal dunia.
Masyarakat bisa mengecek sendiri apakah KTP atau Nomor Induk Kependudukan (NIK) mereka pernah dipakai untuk pinjaman online (pinjol) tanpa izin.
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews