Connect With Us

Batik Tangsel Dipamerkan di Cina

Erwin Silitonga | Kamis, 13 Agustus 2015 | 19:10

dra Nelty Fariza (Erwin Silitonga / Tangerangnews)


TANGERANG SELATAN-Usaha kerja keras pengrajin batik asal Tangsel dra Nelty Fariza yang terus mengembangkan batik Tangsel berbuah hasil. Atas karyanya, dia diundang ikut kompetisi batik se-Dunia yang berlangsung di Naning, Cina, pada tanggal 15 September 2015.



Nelty mengatakan, sangat terharu karena hasil kerja keras dirinya dianggap sebelah mata oleh orang-orang bisa berlaga dengan 11 negara ini. Dalam festival batik dunia ini, Nelty akan membawa nama Indonesia, Tangerang Selatan dan Banten. Batik yang dipamerkan diberi nama Pesona Krakatau.

"Batik Krakatau yang dipamerkan merupakan produk inovasi kreatif batik Tangsel dan handi craf dibuat dari pisang abaka (malimping) Provinsi Banten," jelasnya kepada wartawan saat mengikuti acara penutupan pelatihan pembatikan di Rumah Makan Remaja Kuring, Setu, Tangsel, Kamis (13/8/2015).

Keikutan serta batik Tangsel dalam festival batik se-dunia, lantaran batik Tangsel sendiri sudah dipasarkan ke Malaysia dan Jepang. Bahkan Jepang sudah memasarkan batik Tangsel di wilayahnya.    "Kalau kita datangi setiap outlet baju di jepang pasti ada yang menjual batik asli tenunan Tangsel," pungkasnya.

Wanita yang tinggal di Villa Bintaro Regency Pondok Aren, Tangsel itu menegaskan batik Tangsel hasil karyanya dicondongkan dengan ke aripan lokal, artinya dengan ciri khas Tangsel seperti gambar Anggrek, Melati, Anggrek, Flora dan Pesona Krakatau.

"Tema ini mengambarkan budaya baru yang bisa mengangkat Batik Tangsel Tangsel menjadi budaya Tangsel," tandasnya.

MANCANEGARA
Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Selasa, 14 Juli 2026 | 13:48

Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut

OPINI
Fenomena Sarjana Pengangguran

Fenomena Sarjana Pengangguran

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 17:50

Lagu lama berulang kembali, pengangguran dari gelar sarjana semakin banyak. Realitasnya gelar sarjana ternyata bukan jaminan seseorang akan terhindar dari ancaman pengangguran.

PROPERTI
Summarecon Tangerang Hadirkan Rumah Lapang di Tepi Danau Harga Rp2 Miliaran

Summarecon Tangerang Hadirkan Rumah Lapang di Tepi Danau Harga Rp2 Miliaran

Jumat, 7 Agustus 2026 | 19:31

PT Summarecon Agung Tbk melalui unit pengembangan Summarecon Tangerang kembali menghadirkan produk hunian terbaru bernama Halia di Cluster Havena Lakes, Kecamatan Curug, Kabupaten Tangerang.

AYO! TANGERANG CERDAS
7 Sekolah Swasta Mundur dari Program Sekolah Gratis, DPRD Minta Pemprov Carikan Solusi untuk Siswa

7 Sekolah Swasta Mundur dari Program Sekolah Gratis, DPRD Minta Pemprov Carikan Solusi untuk Siswa

Selasa, 28 Juli 2026 | 14:04

Sekretaris Komisi V DPRD Provinsi Banten, Rifky Hermansyah, meminta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Provinsi Banten menjamin hak siswa yang terdampak setelah tujuh SMA swasta mengundurkan diri dari Program Sekolah Gratis.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill