Connect With Us

Keluarga Bocah yang Dibunuh Mengamuk ke Pacar Ibu

Denny Bagus Irawan, Ray | Selasa, 22 November 2016 | 13:00

Keluarga bocah yang dibunuh dengan disika oleh pacar ibu mengamuk dalam rekonstruksi kasus pembunuhan balita bernama Adnan Alghazali. (@TangerangNews.com 2016 / Raden Bagus Irawan)

 

TANGERANGNews.com-Keluarga bocah yang dibunuh dengan disika oleh pacar ibu mengamuk dalam rekonstruksi kasus pembunuhan balita bernama Adnan Alghazali. Kericuhan terjadi saat MW dan kekasihnya atau ibu korban Desti Wulandari tiba di lokasi yakni Jalan Panti Asuhan RT 01/ 12 No.4 Kelurahan Jurangmangu Timur, Pondok Aren, Kota Tangsel, Selasa (22/11/2016).


Sejumlah keluarga mengamuk histeris saat keduanya digiring ke dalam mobil polisi usai melakukan adegan rekonstruksi.  Radistiawan salah seorang keluarga korban mengatakan, dirinya tak terima atas tewasnya Adnan. “Selama ini dia seolah berkelakuan baik, tapi ternyata seperti ini,” ujar Radistiawan.  Baca Juga : Pacar Ibu Bunuh Anak 2 tahun di Tangsel

Dalam rekonstruksi itu,  sebanyak 37 adegan dilakukan oleh MW dan ibu korban. MW tampak memukuli korban dengan menggunakan tangan kosong.  Seperti diketahui, bahwa peristiwa tewasnya Adnan Alghazali itu dilakukan oleh WM dan Desti Wulandari pada Selasa (15/11/2016). Atas kejadian itu MW dan Desti dijerat dengan Pasal 338 dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara.


MANCANEGARA
Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Selasa, 14 Juli 2026 | 13:48

Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut

PROPERTI
Hadapi Tantangan Backlog Perumahan, LippoLand Kembangkan Hunian Rp100 Jutaan

Hadapi Tantangan Backlog Perumahan, LippoLand Kembangkan Hunian Rp100 Jutaan

Jumat, 2 Oktober 2026 | 17:18

Memasuki usianya yang ke-39 di industri properti Tanah Air, LippoLand terus memperluas perannya dari pengembang kawasan menjadi property enabler.

KAB. TANGERANG
Rela Bayar Mahal, Ternyata Ini Alasan Perusahaan di Tangerang Lebih Pilih Pekerja Asing Dibanding Warga Lokal

Rela Bayar Mahal, Ternyata Ini Alasan Perusahaan di Tangerang Lebih Pilih Pekerja Asing Dibanding Warga Lokal

Jumat, 2 Oktober 2026 | 20:28

Tim Pengawasan Orang Asing (TIMPORA) Tangerang mengamankan 13 warga negara (WN) Tiongkok karena diduga kuat melakukan penyalahgunaan izin tinggal keimigrasian.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill