Connect With Us

Belasan Rumah Ambrol karena Longsor di Tangsel, warga tidur di tenda

Yudi Adiyatna | Sabtu, 6 Mei 2017 | 18:00

Salah satu rumah warga yang terkena longsor. (@tangerangnews2017 / Yudi Adiyatna)


TANGERANGNEWS.com-Akibat terus diguyur hujan deras, tanah di Kampung Sengkol, Kelurahan Muncul, Kecamatan Setu, Kota Tangsel ambrol pada Jumat (05/05/2017) sore. Belasan rumah warga di RT 04/02  pun akhirnya terkena dampak dari musibah tersebut. Bahkan, puluhan warga pun dengan terpaksa harus menginap di tenda pengungsian.  Ambrolnya belasan rumah tersebut diakibatkan kontur tanah yang bergerak.


"Ada 13 rumah warga yang ambrol dan rusak parah. Sehingga mereka tidak dapat lagi menempati rumahnya," ujar Ahmad HG Lurah Kelurahan Muncul saat ditemui di tenda pengungsian.

"Tidak ada korban , saat ini kami sudah lakukan pengungsian korban bencana alam tersebut," ujar Ahmad.

Pihaknya, bersama jajaran dari BPBD, Dinsos dan pihak Kecamatan Setu sedang fokus dalam penanggulangan pasca bencana.
"Saat ini kami sedang siapkan rumah singgah. Sambil menunggu rumah singgah selesai, kami kontrakkan rumah untuk warga sementara waktu," terangnya.

MANCANEGARA
Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Selasa, 14 Juli 2026 | 13:48

Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut

OPINI
Darurat Perundungan, Saatnya Islam Menjadi Solusi Hakiki

Darurat Perundungan, Saatnya Islam Menjadi Solusi Hakiki

Senin, 12 Oktober 2026 | 21:02

Orang tua mana yang tidak hancur hatinya, ketika melihat anaknya tersakiti? Terlebih jika peristiwa menyakitkan itu terjadi di lingkungan sekolah, tempat yang semestinya menjadi ruang aman bagi anak untuk belajar, bertumbuh

NASIONAL
Bos Buruh Klaim Pabrik PHK Massal Bukan karena Upah Tinggi, Ini Empat Penyebabnya

Bos Buruh Klaim Pabrik PHK Massal Bukan karena Upah Tinggi, Ini Empat Penyebabnya

Rabu, 14 Oktober 2026 | 14:45

Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal menilai kenaikan upah minimum bukan penyebab utama penutupan pabrik dan pemutusan hubungan kerja (PHK) di Indonesia.

BANDARA
2 Penerbangan Dibatalkan Dampak Kabut Asap Karhutla, Bandara Soetta Siapkan Langkah Mitigasi

2 Penerbangan Dibatalkan Dampak Kabut Asap Karhutla, Bandara Soetta Siapkan Langkah Mitigasi

Jumat, 16 Oktober 2026 | 19:40

Bencana kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di sejumlah wilayah Indonesia berdampak langsung pada sektor penerbangan.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill