Malaysia Pangkas Harga Solar Jadi Rp9.000-an per Liter, Ini Alasan di Baliknya
Selasa, 23 Juni 2026 | 11:51
Pemerintah Malaysia memutuskan menurunkan harga solar menjadi 2,10 ringgit Malaysia atau sekitar Rp9.061 per liter mulai Juli 2026.
TANGERANGNEWS.com-Akibat terus diguyur hujan deras, tanah di Kampung Sengkol, Kelurahan Muncul, Kecamatan Setu, Kota Tangsel ambrol pada Jumat (05/05/2017) sore. Belasan rumah warga di RT 04/02 pun akhirnya terkena dampak dari musibah tersebut. Bahkan, puluhan warga pun dengan terpaksa harus menginap di tenda pengungsian. Ambrolnya belasan rumah tersebut diakibatkan kontur tanah yang bergerak.
"Ada 13 rumah warga yang ambrol dan rusak parah. Sehingga mereka tidak dapat lagi menempati rumahnya," ujar Ahmad HG Lurah Kelurahan Muncul saat ditemui di tenda pengungsian.
"Tidak ada korban , saat ini kami sudah lakukan pengungsian korban bencana alam tersebut," ujar Ahmad.
Pihaknya, bersama jajaran dari BPBD, Dinsos dan pihak Kecamatan Setu sedang fokus dalam penanggulangan pasca bencana.
"Saat ini kami sedang siapkan rumah singgah. Sambil menunggu rumah singgah selesai, kami kontrakkan rumah untuk warga sementara waktu," terangnya.
Pemerintah Malaysia memutuskan menurunkan harga solar menjadi 2,10 ringgit Malaysia atau sekitar Rp9.061 per liter mulai Juli 2026.
TODAY TAGDemo yang digelar Mahasiswa beberapa waktu lalu, terkait protes kenaikan harga BBM menunjukan jika kenaikan harga BBM menjadi masalah besar di negeri ini, membuat kehidupan masyarakat bertambah sulit.
Pemerintah Kabupaten (Tangerang) berencana mengadakan nonton bareng (Nobar) FIFA World Cup 2026 di 29 Kecamatan yang berada di wilayah tersebut.
Di tengah derasnya arus informasi dan meningkatnya tantangan sosial, penguatan nilai-nilai kebangsaan dinilai menjadi benteng utama dalam menjaga persatuan bangsa.
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews