Meritokrasi Tanpa Jiwa
Senin, 17 Agustus 2026 | 19:33
Peringatan kemerdekaan republik ini sejatinya memanggil kembali janji emansipasi yang paling mendasar, yakni pembebasan nalar manusia dari segala bentuk perhambaan feodal.
TANGERANGNEWS.com-Seperti kebiasaan musim lebaran sebelumnya, beberapa pemudik yang kembali datang dari kampung halaman biasanya turut serta mengajak kerabat atau rekan di kampung halaman, untuk beradu nasib mencari peruntungan di kota.
Hal itu pun jadi perhatian Pemerintahan Kota Tangsel yang meyakini pasca Idul Fitri akan ada sejumlah pendatang baru yang merantau dari berbagai daerah ke Kota Tangsel.
Wali Kota Tangsel Airin Rachmi Diany menegaskan, pendatang baru di Kota Tangsel harus memiliki potensi keahlian dan bisa berinvestasi sehingga tidak menjadi beban bagi Tangsel. Diprediksi pendatang baru tahun ini mencapai lebih dari 2000 jiwa.
"Pendatang dari luar juga dapat berinvestasi. Tangsel sebagai bagian dari NKRI memang tak boleh melarang siapa pun untuk tidak datang mengadu nasib di daerah mana pun termasuk Tangsel. Tapi tetap jangan nanti malah jadi beban Kota Tangsel," ungkapnya seusai apel gabungan di Lapangan Cilenggang, Serpong, Senin (3/7/2017).
Menurut Airin, lapangan pekerjaan di Tangsel masih terbuka luas. Hal itu karena meningkatnya jumlah orang yang berinvestasi di Tangsel, sehingga ketersediaan lapangan pekerjaan merupakan efek multiplayer dari banyaknya inventasi.
"Makanya kita dorong untuk meningkatkan investasi. Lapangan pekerjaan kita buka secara rutin. Tapi di era persaingan terbuka ini tetap keahlian faktor utama agar dapat bekerja," imbuh mantan Finalis Putri Indonesia ini.
Sementara itu, ditempat yang sama Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kota Tangsel Toto Sudarto memperkirakan jumlah pendatang baru di Tangsel meningkat dibandingkan dari tahun 2016 lalu.
"Pada tahun 2016 lalu, terdata jumlah pendatang baru sebanyak 1900 jiwa lebih. Diperkirakan saat ini pendatang baru jumlahnya naik hingga lebih dari 2000 jiwa, kebanyakan mereka datang jadi pedagang di pasar-pasar," ungkap Toto.
Dirinya pun berharap agar para pendatang baru nantinya bisa tertib mengurus berbagai administrasi kependudukan. Maka itu, selain menggelar Operasi Yustisi, Disdukcapil juga akan mendata warga yang tinggal non-permanen di sejumlah wilayah Tangsel.
"Beberapa kantong-kantong warga yang Non-Permanen itu akan kita data dengan berkoordinasi dengan kecamatan. Tapi yang perlu ditekankan adalah keahlian agar tidak kemudian membebani seperti yang ditegaskan Wali Kota tadi,” tutupnya.
Peringatan kemerdekaan republik ini sejatinya memanggil kembali janji emansipasi yang paling mendasar, yakni pembebasan nalar manusia dari segala bentuk perhambaan feodal.
TODAY TAGKematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut
Suasana perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia turut terasa di kawasan Paramount Gading Serpong. Berbagai dekorasi bernuansa merah-putih menghiasi sejumlah area hunian, komersial, dan fasilitas publik
Richard Lee menantang Samira Farahnaz alias Doktif untuk hadir dalam sidang kasus dugaan pelanggaran perlindungan konsumen yang menjerat dirinya sebagai terdakwa.
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews