Connect With Us

Takbiran, Polsek Serpong Turunkan 100 Personel Gabungan

Yudi Adiyatna | Jumat, 1 September 2017 | 00:00

Kapolsek Serpong Kompol Deddy Kurniawan bersama dengan TNI dan Satpol PP menggelar apel bersama, Kamis (31/8/2017) malam. (@TangerangNews2017 / Yudi Adiyatna)

TANGERANGNEWS.com-Guna mengamankan jalannya malam takbiran, Polsek Serpong bersama dengan TNI dan Satpol PP menggelar apel bersama persiapan  patroli pengamanan untuk menjaga keamanan dan ketertiban dalam rangka pengamanan Hari Raya Idul Adha 1438 Hijriah.‎

"Jumlah personel gabungan yang kita turunkan sekitar 100 orang," ungkap Kapolsek Serpong Kompol Deddy Kurniawan kepada TangerangNews.com, Kamis (31/8/2017).

patroli

Deddy pun menambahkan, kegiatan patroli gabungan ini juga dimaksudkan untuk mengantisipasi adanya gangguan-gangguan keamanan yang berpotensi mengganggu peringatan Hari Raya Idul Adha 1438 H ini.

"Ya sekalian antisipasi 3C, (Curas, curat dan Curanmor) di wilayah hukum Polsek Serpong," ungkapnya.

Dalam arahannya, Kapolsek Serpong yang baru beberapa hari menjabat itu, meminta para personel kepolisian yang sudah terploting fokus pada titik titik-titik rawan yang ada si sekitaran wilayah Serpong guna menciptakan rasa aman.

"Kegiatannya ada dua,ploting anggota di titik-titik rawan dengan cara Gaturlantas dan juga menghentikan kendaraan yang dicurigai hasil dari curanmor," ungkapnya.(DBI)

WISATA
Perahu Keramat Berusia Ratusan Tahun Dimandikan di Festival Peh Cun Tangerang

Perahu Keramat Berusia Ratusan Tahun Dimandikan di Festival Peh Cun Tangerang

Jumat, 19 Juni 2026 | 14:05

Ribuan pengunjung dari berbagai daerah memadati Klenteng Koet Goan Bio (Mpeh Peh Cun) Karawaci, Kota Tangerang. Mereka hadir untuk menyaksikan langsung kemeriahan Festival Budaya Pertjon (Peh Cun), sebuah tradisi khas warga Cina Benteng

NASIONAL
Jangan Salah, Ini Daftar Operasi yang Tidak Ditanggung BPJS Kesehatan per Juli 2026

Jangan Salah, Ini Daftar Operasi yang Tidak Ditanggung BPJS Kesehatan per Juli 2026

Senin, 6 Juli 2026 | 12:59

Peserta Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) perlu mengetahui bahwa tidak semua tindakan operasi dapat ditanggung oleh BPJS Kesehatan.

OPINI
Melawan Patrimonialisme dalam Gerakan Muhammadiyah, Sebuah Otokritik

Melawan Patrimonialisme dalam Gerakan Muhammadiyah, Sebuah Otokritik

Sabtu, 4 Juli 2026 | 22:29

Dalam khazanah sosiologi organisasi, Muhammadiyah sedianya merupakan antitesis bagi tradisi patrimonial. Persyarikatan ini berdiri di atas fondasi otoritas legal-rasional, di mana legitimasi kepemimpinan berakar pada kompetensi dan kaderisasi

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill