Tes Pegawai Kopdes Merah Putih Dikeluhkan Peserta, BKN Sebut Banyak yang Panik
Minggu, 10 Mei 2026 | 14:28
Seleksi calon pegawai Koperasi Desa Merah Putih (KDKMP) dan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) menemui sejumlah kendala di lapangan.
TANGERANGNEWS.com-Selama dua pekan berlangsungnya operasi Zebra Jaya yang dilakukan oleh jajaran Satlantas Polres Tangsel sejak tanggal 1 November 2017 lalu. Polres Tangsel berhasil menjaring 2.567 pengendara dengan berbagai macam jenis pelanggarannya.
Kasat Lantas Polres Tangsel AKP Lalu Hedwin mengatakan, dari total 2.567 pelanggaran, mayoritas pelanggar berasal dari pengendara roda dua.
"Total ada 2.657 pelanggaran, Kendaraan roda dua sebanyak 1.933 pelanggar dan roda empat 724 pelanggar" ungkap Kasat Lantas kepada TangerangNews.com, Selasa (14/11/2017).
Lalu Hedwin menambahkan, jenis pelanggaran terbanyak dan menjadi perhatian khusus pihaknya dalam pelaksanaan operasi kali ini adalah mereka yang melanggar rambu lalu lintas, Kendaraan melawan arus, kelengkapan surat berkendara, hingga penggunaan lampu rotator bagi kendaraan-kendaraan sipil.
"Pelanggaran terbanyak yang kita tindak pelanggaran rambu-rambu lalulintas,” ujarnya.
Pada pelaksanaan Operasi Zebra Jaya 2017 ini angka kecelakaan menurun dibandingkan dengan sebelumnya. Tercatat angka kecelakaan turun sebanyak 40% dibandingkan sebelum digelarnya operasi lalu lintas tersebut.
"Laka berkurang 40 persen selama operasi zebra kali ini," ungkap Kasat Lantas.(RAZ/HRU)
Seleksi calon pegawai Koperasi Desa Merah Putih (KDKMP) dan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) menemui sejumlah kendala di lapangan.
TODAY TAGMemulai bisnis tanpa legalitas yang jelas bisa menjadi hambatan besar di masa depan. Banyak pelaku usaha akhirnya kesulitan saat ingin bekerja sama dengan perusahaan besar atau mengikuti tender.
Menonton serial bertema kriminal memang selalu memberikan sensasi tersendiri bagi para pecinta hiburan. Mulai dari kasus pembunuhan misterius, aksi mafia internasional, hingga permainan psikologi antara polisi dan penjahat
Sejarah dari seluruh masyarakat yang ada hingga sekarang adalah sejarah perjuangan kelas." Kalimat pembuka Karl Marx dalam Manifesto Komunis (1848) ini sering kali dianggap sebagai peninggalan masa lalu yang tak lagi relevan.
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews