Fenomena Sarjana Pengangguran
Sabtu, 15 Agustus 2026 | 17:50
Lagu lama berulang kembali, pengangguran dari gelar sarjana semakin banyak. Realitasnya gelar sarjana ternyata bukan jaminan seseorang akan terhindar dari ancaman pengangguran.
TANGERANGNEWS.com-Sebanyak 153 Pengendara terjaring di hari pertama Operasi Zebra Jaya 2017 yang di gelar di kawasan Jalan Taman Tekno, Setu, Tangsel, Rabu (1/11/2017) pagi tadi.
Kasat Lantas Polres Tangsel AKP Lalu Hedwin mengatakan, mayoritas kendaraan yang terjaring razia tersebut adalah kendaraan yang kedapatan melanggar rambu-rambu lalu lintas dan membawa muatan kendaraan yang berlebih.
"Ada 153 Pelanggaran, mayoritas karena melanggar rambu-rambu dan bermuatan lebih," ungkap Kasat Lantas.
Dirinya pun mengungkapkan, data tersebut baru berasal dari satu titik razia yang diselenggarakan satuan Lalu Lintas Polres Tangsel, belum termasuk dengan hasil razia keseluruhan yang diselenggarakan masing-masing Polsek di bawah wilayah hukum Polres Tangsel.
"Data itu baru dari hasil razia di Tekno (Taman Tekno,Setu) tadi, belum termasuk data keseluruhan yang ada di Polsek-Polsek," ungkapnya.
Polres Tangerang Selatan menggelar operasi Zebra selama dua minggu kedepan sejak Rabu (1/11/2017), hingga 14 November mendatang, menyasar para pengendara kendaraan baik sepeda motor, mobil pribadi, termasuk kendaraan umum.(RAZ/HRU)
Lagu lama berulang kembali, pengangguran dari gelar sarjana semakin banyak. Realitasnya gelar sarjana ternyata bukan jaminan seseorang akan terhindar dari ancaman pengangguran.
TODAY TAGPerayaan Hari Kemerdekaan ke-81 Republik Indonesia di Kecamatan Curug tahun ini tidak hanya diwarnai kegiatan seremonial. Tetapi juga menjadi sarana pembinaan atlet muda melalui gelaran Paramount Petals Cup 2026.
PT Summarecon Agung Tbk melalui unit pengembangan Summarecon Tangerang kembali menghadirkan produk hunian terbaru bernama Halia di Cluster Havena Lakes, Kecamatan Curug, Kabupaten Tangerang.
Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews