Connect With Us

Serang Polisi dengan Clurit, Polres Tangsel Gelar Razia di Tiga Sekolah

Yudi Adiyatna | Selasa, 12 September 2017 | 08:00

Aparat Polres Tangsel memeriksa tas pelajar. (@TangerangNews 2017 / Yudi Adiyatna)

TANGERANGNEWS.com-Pasca kejadian pembacokan yang menimpa salah seorang anggota Kepolisian dari Polsek Cisauk, Aiptu Sugiri pada Kamis (7/9/2017) lalu. Para pelajar yang berasal ditiga Sekolah Menengah Atas (SMA) dirazia Polres Tangsel, Senin (11/9/2017). Aparat menurunkan ratusan personel guna menggelar razia pelajar ditiga sekolah.

Razia digelar untuk menindak lanjuti Surat Perintah yang dikeluarkan Kapolres Tangsel. Adapun ketiga sekolah yang menjadi sasaran razia pelajar tersebut antara lain, SMK Sasmita Jaya Pamulang, SMK Ruhul Bayan Cisauk dan SMK Semesta Cisauk. BACA JUGA : Bacok Polisi Saat Atur Lalulintas , 14 Pelajar SMA Diciduk Polres Tangsel

Kegiatan razia yang dipimpin langsung oleh Kapolres Tangsel AKBP Fadli Widiyanto ini pun bertujuan untuk melakukan pemeriksaan terhadap para pelajar sekolah yang membawa miras, senjata tajam serta minuman keras ke sekolahnya.

“Kita beri pemahaman kepada adik-adik kita, bahwa truk bukanlah angkutan orang, berbahaya bila terjadi kecelakaan. Mereka tetap adik dan anak kita, lakukanlah dengan humanis,” ujar Kapolres Tangsel dalam arahannya saat apel persiapan di Mapolres Tangsel, Senin (11/9/2017) kemarin.  

Dalam kegiatan razia di SMK Ruhul Bayan Cisauk tersebut ,Polres Tangsel melakukan test urine secara acak terhadap 37 siswa dari sekolah tersebut serta memeriksa barang bawaan siswa di sekolah kejuruan tersebut. “Setelah diambil sampel urin 37 pelajar semuanya negatif, kita apresiasi dan kita rekomendasikan SMA Ruhul Bayan bebas narkoba,” ujar Kapolres.

Selain itu, Fadli pun berpesan agar para pelajar bisa dengan sungguh-sungguh mengejar cita-cita dan tidak terjerumus dalam pergaulan yang mengakibatkan kerugian kepada orang lain “Harus dibedakan antara kenakalan remaja dengan kriminalitas anak. Jika melukai orang lain bahkan menggunakan senjata tajam maka itu adalah kriminalitas anak dan itu akan di proses hokum, “ terang Kapolres dihadapan Siswa SMK Ruhul Bayan. BACA JUGA : Bawa Sajam Mau Tawuran, 11 Pelajar Diamankan Polisi

Sementara itu, dari hasil razia pelajar di SMK Sasmita Jaya Pamulang yang dipimpin Wakapolres Tangsel Kompol Bahtiar Alponso telah diamankan tiga orang siswa berinisial MH,K dan MD. MH diamankan pihak kepolisian karena kedapatan membawa satu buah alat pemukul (knuckle) sedangkan K dan MD diamankan karena diduga sebagai pelaku pengeroyokan terhadap Aiptu Sugiri.(DBI)

NASIONAL
Biaya Tes Psikologi Perpanjangan SIM Online Naik Jadi Rp 77.500, Ini Rinciannya

Biaya Tes Psikologi Perpanjangan SIM Online Naik Jadi Rp 77.500, Ini Rinciannya

Rabu, 21 Januari 2026 | 09:52

Biaya tes psikologi untuk perpanjangan Surat Izin Mengemudi (SIM) secara online mengalami kenaikan. Jika sebelumnya tarif tes psikologi online berada di angka Rp 57.500, kini biayanya bertambah Rp 20 ribu menjadi Rp 77.500.

PROPERTI
Ini Alasan Gading Serpong Berkembang Pesat Jadi Pusat Bisnis Baru di Tangerang Raya

Ini Alasan Gading Serpong Berkembang Pesat Jadi Pusat Bisnis Baru di Tangerang Raya

Jumat, 9 Januari 2026 | 18:47

Kawasan Paramount Gading Serpong tidak hanya dikembangkan sebagai kawasan hunian, wilayah ini dirancang dengan konsep terpadu yang mencakup area komersial, fasilitas pendidikan, layanan kesehatan, hingga ruang publik penunjang aktivitas masyarakat.

OPINI
Miras dan Prostitusi Sumber Malapetaka, Bukan Sumber Pendapatan Asli Daerah

Miras dan Prostitusi Sumber Malapetaka, Bukan Sumber Pendapatan Asli Daerah

Senin, 19 Januari 2026 | 15:43

Demi meningkatkan PAD (Pendapatan Asli Daerah), Pemerintah Kota melalui DPRD nya melakukan rencana untuk melegalisasi miras dan prostitusi dengan rencana akan merevisi undang-undang tentang larangan miras dan prostitusi.

WISATA
Habiskan Rp2,3 Miliar, Apa Saja Isi Tugu Titik Nol Tangerang?

Habiskan Rp2,3 Miliar, Apa Saja Isi Tugu Titik Nol Tangerang?

Selasa, 20 Januari 2026 | 19:51

Tugu titik nol Kabupaten Tangerang yang sempat menjadi kontroversi lantaran memakan anggaran sebesar Rp2,3 miliar kini sudah mulai beroperasi dan dipergunakan sebagai taman literasi digital untuk masyarakat.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill