Serpong Jaya Luncurkan 3 Cluster Baru, Tawarkan Hunian Modern Mulai Rp700 Jutaan
Jumat, 8 Mei 2026 | 14:54
Kebutuhan hunian nyaman dan terintegrasi di kawasan penyangga Jakarta terus meningkat seiring perkembangan kehidupan urban.
TANGERANGNEWS.com-Hari pertama kerja di tahun 2018, kawasan Tangsel dilanda pemadaman listrik oleh PLN, Selasa (2/1/2018) pagi.
Informasi yang diperoleh Tangerangnews.com, disebutkan adanya pemadaman serentak juga terjadi sampai luar wilayah Tangsel tersebut, dikarenakan adanya gangguan dari pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) Suralaya di Cilegon, Banten.
BACA JUGA :
Wilayah Tangsel yang terkena pemadaman Listrik sendiri diantaranya wilayah Serpong, Pondok Aren, Ciputat Timur, Pamulang bahkan hingga ke wilayah Cisauk, Tangerang dan Cimanggis Depok.
Akun Twitter resmi PT PLN @pln_123 menyebutkan, jika saat ini pihak PLN sedang berusaha keras melakukan perbaikan jaringan listrik agar normal kembali.
"Mohon maaf, untuk proses perbaikan gangguan penyaluran tenaga listrik admin upayakan secepatnya. (ahd)," cuit akun PLN.
Sementara itu, Bayu salah seorang pegawai perusahaan Finance swasta di wilayah BSD mengeluhkan dengan padamnya listrik di hari pertama kerja ini. Menurutnya PLN seharusnya memiliki solusi cadangan menghadapi gangguan listrik mendadak seperti ini.
"Hari pertama kerja sehabis liburan banyak laporan yang mesti dikerjakan, tolong PLN supaya bisa segera dilakukan perbaikan," harapnya.(RAZ/HRU)
Kebutuhan hunian nyaman dan terintegrasi di kawasan penyangga Jakarta terus meningkat seiring perkembangan kehidupan urban.
TODAY TAGKementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mengklaim siswa dari keluarga kurang mampu memiliki peluang lebih besar untuk masuk sekolah yang diinginkan melalui Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun ajaran 2026/2027.
Wali Kota Tangerang Selatan (Tangsel) Benyamin Davnie menargetkan sebanyak 329 unit rumah warga akan dibedah sepanjang 2026. Jumlah tersebut berdasarkan hasil seleksi dari tingkat urgensi di lapangan.
Sejarah dari seluruh masyarakat yang ada hingga sekarang adalah sejarah perjuangan kelas." Kalimat pembuka Karl Marx dalam Manifesto Komunis (1848) ini sering kali dianggap sebagai peninggalan masa lalu yang tak lagi relevan.
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews