Connect With Us

Tangsel Bangun Pinggir Cisadane Jadi Jalur Sepeda

Yudi Adiyatna | Minggu, 25 Februari 2018 | 21:00

Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kota Tangsel Retno Prawati bersama jajarannya menelusuri dan menyisir lokasi yang bakal dibangun trek di pinggir Sungai Cisadane yang melintas di wilayah Tangsel. (@TangerangNews / Yudi Adiyatna)


TANGERANGNEWS.com-Kota Tangerang Selatan (Tangsel) dalam waktu dekat ini bakal mempunyai jalur trek mountain bike atau Jalur sepeda pinggir Cisadane (JPC) mountain bike park.

Trek yang direncanakan untuk dilintasi jalur sepeda gunung tersebut berlokasi di Kelurahan Keranggan, Kecamatan Setu sepanjang enam kilometer.

Dinas Pekerjaan Umum Kota Tangsel sendiri pada Jumat (23/2/2018) telah menelusuri dan menyisir lokasi yang bakal dibangun trek di pinggir Sungai Cisadane yang melintas di wilayah Tangsel.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kota Tangsel Retno Prawati mengatakan, penyediaan sarana untuk goweser ini menindaklanjuti keinginan Ikatan Sepeda Seluruh Indonesia (ISSI) Kota Tangsel.

Taman ini nantinya bakal digunakan untuk masyarakat pehobi olahraga sepeda gunung.

"Trek yang digunakan di sepanjang pinggir Sungai Cisadane. Rencananya bulan April ini akan dimulai kegiatan mountain bike," katanya.

Menurutnya, untuk penyediaan sarana olahraga ini hanya pembersihan trek di sepanjang jalur tersebut. Adanya JPC Mountain Bike Park juga untuk mendukung Kota Tangsel sebagai Kota Sepeda seperti yang dicanangkan beberapa waktu lalu.

Sementara Ketua ISSI Kota Tangsel Dudung E Diredja mengatakan, potensi pariwisata yang ada di Kota Tangsel sangat mendukung untuk dijadikan Kota Sepeda.

Sebab menurutnya, tidak sedikit komunitas sepeda dari wilayah DKI Jakarta, Kabupaten Bogor, Kota Depok, Kota Tangerang, dan Kabupaten Tangerang kerap menggelar kegiatan di Kota Tangsel.

"Kolaborasi antara pariwisata dengan kegiatan bersepeda bisa menjadi kombinasi yang pas. Ini dapat memajukan potensi pariwisata di Kota Tangerang Selatan dan akan menjadi rule model bagi daerah lain,” katanya.

Dudung menjelaskan, hingga saat ini pihaknya mencatat di Kota Tangsel terdapat sekitar 5.000 goweser dari berbagai komunitas sepeda. Ribuan goweser ini bisa mendorong pencanangan Kota Tangsel sebagai Kota Sepeda.

"Di beberapa kota besar di Indonesia hanya ada julukan kota sebagai ramah bersepeda dan hari bersepeda. Tetapi belum ada kota atau kabupaten di Indonesia yang dicanangkan sebagai Kota Sepeda. Dan mudah-mudahan baru kota Tangsel yang melakukan hal tersebut," ucapnya.

Dudung menjelaskan, Kota Tangsel bisa dikatakan gudangnya wisata sepeda. Sebab, tidak sedikit di Kota Tangsel terdapat Jalur Pipa Gas (JPG) dan Bintaro Loop yang sudah menjadi ikon nasional.

Atas dasar itu, sambung mantan Sekda Tangsel itu, sudah sepantasnya Kota Tangsel menjadi Kota Bersepeda
 
Selain itu, mayoritas masyarakat di Tangsel telah menjadikan kegiatan bersepeda bagian dari gaya hidup.

"Terdapat 40 lebih komunitas sepeda dari berbagai genre ada di Tangsel," pungkasnya.(DBI/HRU)

BANDARA
Sindikat Pengirim Pekerja Migran Ilegal Ditangkap di Bandara Soetta, Modus Liburan, Tipu Korban Rp90 juta

Sindikat Pengirim Pekerja Migran Ilegal Ditangkap di Bandara Soetta, Modus Liburan, Tipu Korban Rp90 juta

Jumat, 25 September 2026 | 20:04

Polresta Bandara Soekarno-Hatta (Soetta) menangkap dua anggota sindikat pengiriman Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI) non-prosedural dengan modus perjalanan wisata ke Jepang.

PROPERTI
Hadapi Tantangan Backlog Perumahan, LippoLand Kembangkan Hunian Rp100 Jutaan

Hadapi Tantangan Backlog Perumahan, LippoLand Kembangkan Hunian Rp100 Jutaan

Jumat, 2 Oktober 2026 | 17:18

Memasuki usianya yang ke-39 di industri properti Tanah Air, LippoLand terus memperluas perannya dari pengembang kawasan menjadi property enabler.

WISATA
Tak Maksimal Sumbang PAD, Wisata Kabupaten Tangerang Terkendala Regulasi dan Lahan

Tak Maksimal Sumbang PAD, Wisata Kabupaten Tangerang Terkendala Regulasi dan Lahan

Selasa, 6 Oktober 2026 | 19:40

Potensi pariwisata di Kabupaten Tangerang belum memberikan kontribusi maksimal terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD).

MANCANEGARA
Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Selasa, 14 Juli 2026 | 13:48

Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill