Connect With Us

Forum OPD Kesehatan Tangsel Komitmen Tingkatkan Pelayanan

Advertorial | Selasa, 13 Maret 2018 | 09:00

Forum Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Gabungan Dinas Kesehatan dan RSUD Kota Tangsel menggelar kegiatan berkomitmen meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan bagi masyarakat di Ruang Blandongan Lantai IV Gedung Balai Kota Tangsel. (@TangerangNews / Yudi Adiyatna)


TANGERANGNEWS.com-Forum Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Gabungan Dinas Kesehatan dan RSUD Kota Tangsel berkomitmen meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan bagi masyarakat di Tangerang Selatan.

Hal tersebut menjadi bahasan utama dalam kegiatan yang digelar di Ruang Blandongan Lantai IV Gedung Balai Kota Tangsel yang dihadiri Plt Kepala Dinas Kesehatan sekaligus Direktur RSUD Kota Tangsel dr. Suhara Manullang, Sekretaris Dinas Kesehatan Deden Deni, Asisten Daerah (Asda) III Teddy Meiyadi serta 250 peserta dari dinas kesehatan, RSU, Kader Kesehatan, Forum Kota Sehat serta stake holder lainnya pada Jumat, (9/3/2018) lalu.

Kesehatan

Forum OPD sendiri merupakan salah satu wadah singkronisasi kegiatan yang ada didalam satu OPD untuk menyesuaikan rencana kerja (renja) dengan prioritas usulan hasil Musrenbang kecamatan. Dari Pembahasan forum OPD tersebut nantinya seluruh usalan masyarakat berdasarkan prioritas hasil musrenbang akan diakomodir dalam kegiatan OPD Dinas Kesehatan dan RSU Kota Tangsel.

Walikota Tangesl Airin Rachmi Diany yang diwakili Asda III Teddy Meiyadi pada kegiatan ini menyoroti persoalan pelayanan dan pemenuhan sarana dan prasarana di bidang kesehatan. Salah satunya, penekanan angka kematian ibu dan anak. Dengan pelayanan maksimal terhadap ibu hamil dan bayi dapat meningkatkan derajat kesehatan.

"Kita berkumpul di forum ini untuk membahas kegiatan di 2019 mendatang. Bagaimana pun bidang kesehatan harus menjadi prioritas karena langsung dirasakan masyarakat," katanya.

Dirinya pun berpesan sebagaimana merupakan arahan dari Wali Kota Tangsel agar usulan dalam musrenbang terkait peningkatan pelayanan kesehatan dan pemenuhan sarana prasana kesehatan bisa diprioritaskan.

"Diharapkan forum OPD ini lebih meningkatkan sinergitas usulan bottom up. Sehingga program kegiatan di bidang kesehatan dapat mencapai target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Tangsel dapat tercapai," ujarnya.

Sementara itu Direktur RSUD Kota Tangsel dr.Suhara Manullang mengatakan agar kegiatan forum OPD ini bisa benar-benar menghasilkan program yang benar-benar di butuhkan dan diprioritaskan masyarakat sesuai dengan usulan musrenbang tingkat kecamatan.

"Jangan sampai kita menindaklanjuti program, tetapi tidak sesuai dengan kebutuhan masyarakat, untuk meningkatkan pelayanan kesehatan, di 2019 Pemkot Tangsel targetkan mempunyai 35 puskesmas yang tersebar di tujuh kecamatan," ucap Suhara.

Menurut Suhara untuk mencapai target peningkatan pelayanan dan derajat kesehatan dibutuhkan sinergitas dan pro aktif dengan masyarakat. Pemantauan kesehatan masyarakat dapat dilakukan dari lingkungan masyarakat mulai Posyandu, Posbindu, Puskesmas hingga Dinas Kesehatan.

"Komunikasi dari bawah ke atas sangat dibutuhkan sebagai evaluasi kinerja Dinas Kesehatan dan RSU Kota Tangsel. Kami harapkan dengan forum OPD ini dapat meningkatkan komunikasi dalam peningkatan pelayanan di bidang kesehatan," pungkasnya. (ADV)

MANCANEGARA
WEF Proyeksikan Badai PHK Berlanjut hingga 2030, Penyebabnya Gegara AI 

WEF Proyeksikan Badai PHK Berlanjut hingga 2030, Penyebabnya Gegara AI 

Kamis, 8 Januari 2026 | 13:17

Pergantian tahun belum membawa angin segar bagi pasar tenaga kerja global. Ancaman pemutusan hubungan kerja diperkirakan masih akan membayangi hingga beberapa tahun ke depan, bahkan berpotensi berlangsung sampai 2030.

KAB. TANGERANG
Baru 2 Bulan Menikah, Komedian Boiyen Gugat Cerai Suaminya ke PA Tigaraksa

Baru 2 Bulan Menikah, Komedian Boiyen Gugat Cerai Suaminya ke PA Tigaraksa

Kamis, 29 Januari 2026 | 20:38

Artis dan juga komedian wanita Yenni Rahmawati atau yang kerap disapa Boiyen menggugat cerai suaminya Rully Anggi Akbar di Pengadilan Agama (PA) Tigaraksa, Kabupaten Tangerang.

OPINI
Perayaan Imlek di Masjid Istiqlal, Sinkretisme Agama yang Dilarang Islam

Perayaan Imlek di Masjid Istiqlal, Sinkretisme Agama yang Dilarang Islam

Senin, 26 Januari 2026 | 18:51

Suatu ketika kafir Quraish menawarkan kepada Rasulullah Muhammad saw agar Rasulillah Muhammad saw berkenan untuk menyembah sesembahan mereka sehingga merekapun berkenan menyembah Allah Swt, secara bergantian.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill