Connect With Us

Ada Pembangunan Saluran, Begini Rekayasa Lalin di Jalan Ciater

Yudi Adiyatna | Kamis, 15 November 2018 | 13:56

Polantas Tangsel melakukan rekayasa lalu lintas di depan Tandon Nusaloka, Jalan Raya Ciater, Serpong, Tangsel. (TangerangNews/2018 / Yudi Adiyatna)

 

TANGERANGNEWS.com-Satuan Lalu Lintas Polres Tangsel melakukan rekayasa lalu lintas (lalin) terkait proyek pembangunan crossing saluran drainase di depan Tandon Nusaloka, Jalan Raya Ciater, Serpong, Tangsel. Hal ini sebagai upaya mengantisipasi kemacetan saat jam sibuk.

"Rekayasa mulai berlaku hari ini, supaya arus lalu lintas yang padat saat jam-jam tertentu di Jalan Raya Ciater bisa diatasi," ucap Kasat Lantas Polres Tangsel AKP Lalu Hedwin , Kamis (15/11/2018).

Ada pun jadwal rekayasa di Jalan Raya Ciater adalah sebagai berikut :

Pagi hari, akan diprioritaskan arus lalin yang mengarah ke Gedung Intermark atau arah pintu masuk Tol BSD dengan menggunakan jalur yang berlawanan.

Sore-malam hari, akan diprioritaskan arus yang mengarah ke Maruga (Kantor Pemkot Tangsel) dengan menggunakan jalur yang berlawanan arah.

Adapun untuk titik contraflow akan mulai dilakukan sejak di Putaran SPBU Ciater dan Putaran depan Ruko Nusaloka BSD.

"Pemberlakuan juga situasional. Sabtu-Minggu pun tetap berlaku. Melihat kepadatan lalu lintas,"ucap Lalu.

Diberitakan sebelumnya, Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Tangsel akan membangun crossing line saluran air (drainase) di depan tandon Nusa Loka yang melintasi Jalan Raya Ciater.

Drainase menyilang jalan itu dibangun karena air sering menggenang di lokasi tersebut. Proyek pengerjaan diperkirakan akan memakan waktu hingga akhir bulan November ini atau selama tiga minggu ke depan.(RAZ/HRU)

OPINI
Tumbal Gelar Akademik di Bawah Ketiak Kekuasaan

Tumbal Gelar Akademik di Bawah Ketiak Kekuasaan

Jumat, 24 Juli 2026 | 15:17

Para perumus kebijakan dengan visi menembus galaksi bimasakti menggagas kewajiban suci bagi seluruh dosen perguruan tinggi untuk memiliki kualifikasi akademik sekurang kurangnya strata tiga.

MANCANEGARA
Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Selasa, 14 Juli 2026 | 13:48

Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut

BANDARA
Bea Cukai Bandara Soetta Gerebek Lab Etomidate di Perumahan Mewah PIK, 1 WNA Singapura Ditangkap

Bea Cukai Bandara Soetta Gerebek Lab Etomidate di Perumahan Mewah PIK, 1 WNA Singapura Ditangkap

Senin, 20 Juli 2026 | 13:49

Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai Soekarno-Hatta (Soetta) bersama Polresta Bandara Soetta membongkar jaringan laboratorium gelap (clandestine lab) atau industri rumahan peracikan cairan etomidate.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill