Connect With Us

Dipanggil Bawaslu Tangsel, Ketua Presidium JARI '98 Dicecar 30 Pertanyaan

Rachman Deniansyah | Rabu, 27 Februari 2019 | 22:00

Ketua Presidium Jaringan Aktifis Reformasi Indonesia (JARI) 98, Willy Prakarsa saat memenuhi panggilannya ke Kantor Bawaslu Tangerang Selatan di Jalan Alamanda, Rawa Buntu, Serpong Tangsel, Rabu (27/2/2019). (@TangerangNews / Rachman Deniansyah)

TANGERANGNEWS.com-Ketua Presidium Jaringan Aktifis Reformasi Indonesia (JARI) 98, Willy Prakarsa memenuhi panggilan Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Tangerang Selatan di Jalan Alamanda, Rawa Buntu, Serpong Tangsel, Rabu (27/2/2019).

Willy yang datang sekitar pukul 14.00 WIB itu untuk dimintai keterangan setelah dilaporkan ke Bawaslu Tangsel karena dugaan melakukan praktik politik uang saat berkampanye mendukung Paslon Capres 01 Jokowi-Ma'ruf Amin di Tandon Ciater, Serpong, Minggu (17/2/2019) lalu. 

"Ini memang pemanggilan kepada terlapor atas nama Willy Prakarsa.  Alhamdulillah bisa hadir untuk memberikan klarifikasi," ujar Ahmad Jazuli, Komisioner Bawaslu Kota Tangsel.

Selama dua jam diperiksa, lanjut Jazuli, Willy menjawab 30 pertanyaan dari komisioner lembaga pengawas pemilu tersebut. 

“Ada sekitar 30 pertanyaan. Hasilnya nanti, setelah klarifikasi, kami buat kajian dan diputuskan di Sentra Gakkumdu,” tambahnya. 

Namun, lanjutnya, sebelum memutuskan bagi-bagi uang itu masuk kategori politik uang atau tidak, Bawaslu Tangsel masih akan memanggil beberapa pihak, seperti Tim Kampanye Daerah (TKD) Paslon Capres 01 di Tangsel.

Sementara, Willy Prakarsa mengklaim pembagian (sawer) uang tersebut bukanlah merupakan praktik politik uang. 

"Sawer-sawer uang itu tujuannya adalah memberikan, katakanlah sedekah ya. Masa enggak boleh sih,” ungkap Willy.

Kegiatan yang berlangsung di Tandon Ciater itu, lanjut dia, hanya diperuntukan kepada keluarga besar JARI '98 dengan tujuan memberikan edukasi terkait Pemilu. 

“Jadi hak kami memberikan edukasi kepada keluarga yang notabenenya warga setempat untuk coblos Jokowi,” kata Willy.  

Ia juga mengaku mengapresiasi kerja Bawaslu yang telah memanggil dirinya, sehingga dirinya bisa memberikan  keterangan yang dibutuhkan. Selain itu, pihaknya juga  akan bersikap kooperatif jika Bawaslu masih membutuhkan keterangan lagi.(MRI/RGI)

TANGSEL
Gantikan Toa Masjid yang Ditembak, Stafsus Menag Imbau Warga Tak Terprovokasi dan Serahkan Kasus ke Polisi

Gantikan Toa Masjid yang Ditembak, Stafsus Menag Imbau Warga Tak Terprovokasi dan Serahkan Kasus ke Polisi

Rabu, 4 November 2026 | 21:17

Staf Khusus Menteri Agama (Stafsus Menag) Gugun Gumilar turun tangan merespons insiden rusaknya pengeras suara Masjid Al-Falah di Komplek Alvita, Pondok Sawah Indah, Ciputat, Kota Tangerang Selatan (Tangsel) akibat ditembak seorang warga.

HIBURAN
Bisa Beri Makan Hewan, Intip Keseruan Wahana OMD FARM di Mal Ciputra Tangerang

Bisa Beri Makan Hewan, Intip Keseruan Wahana OMD FARM di Mal Ciputra Tangerang

Senin, 2 November 2026 | 16:58

Mal Ciputra Tangerang menghadirkan pilihan rekreasi dan wahana edukasi yang berbeda bagi keluarga, yakni Old MacDonald’s Farm (OMD FARM).

KAB. TANGERANG
Realisasi Investasi Kabupaten Tangerang Tembus Rp40 Triliun, Didominasi Industri Makanan

Realisasi Investasi Kabupaten Tangerang Tembus Rp40 Triliun, Didominasi Industri Makanan

Rabu, 4 November 2026 | 19:50

Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) mencatat realisasi investasi di Kabupaten Tangerang, mencapai Rp40,15 triliun selama periode Januari hingga September 2026.

OPINI
Menagih Integrasi Perencanaan Kota dari Kasus Jalan Teuku Umar

Menagih Integrasi Perencanaan Kota dari Kasus Jalan Teuku Umar

Rabu, 4 November 2026 | 19:24

Pembangunan infrastruktur perkotaan sering kali menjadi panggung paling transparan dalam menguji efektivitas tata kelola pemerintahan daerah. Ruang publik dan fasilitas jalan bukan sekadar struktur fisik dari bahan semen dan aspal

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill