Connect With Us

TRUTH Gugat Penghargaan Pemkot Tangsel Terkait Evaluasi SPBE

Rachman Deniansyah | Jumat, 5 April 2019 | 10:00

Ahmad Priatna, Koordinator Divisi Monitoring Kebijakan Publik TRUTH. (@TangerangNews / Rachman Deniansyah)

TANGERANGNEWS.com-Tangerang Public Transparency Watch (TRUTH) menggugat penghargaan yang diterima Pemerintah Kota Tangerang Selatan atas capaiannya dalam laporan hasil evaluasi sistem pemerintah berbasis elektronik (SPBE) tahun 2018. 

Penghargaan tingkat nasional yang diberikan langsung oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla kepada Wali Kota Tangsel, 

Airin Rachmi Diany itu, merupakan hasil dari penilaian yang dilakukan oleh Kementrian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB).

Koordinator Divisi Monitoring Kebijakan Publik TRUTH Ahmad Priatna mengatakan, penghargaan tersebut justru membuat pihaknya bertanya-tanya. Pasalnya dia menilai beberapa SPBE milik Tangsel tak berimplikasi kepada pelayanan publik yang ada. 

"Seharusnya dengan adanya SPBE mampu menghadirkan kemudahan dan kepastian bagi masyarakat dalam memperoleh pelayanan," ujar Ahmad lewat pernyataan tertulisnya, Kamis (4/4/2019).

Sebagai contoh, dia menyebut salah satu SPBE yang dimiliki Tangsel, yakni Siaran Tangsel. Ahmad menilai, Siaran Tangsel seharusnya dapat menjadi sarana pengaduan berbasis online bagi masyarakat bagi pelayanan publik. 

"Akan tetapi kanal tersebut tidak mampu menjawab kegelisahan dan kegundahan masyarakat dalam mengadukan masalah terkait pelayan publik yg di terima," imbuhnya. 

Bagaimana tidak, lanjutnya, dalam kanal tersebut tidak ada respon dari Pemkot terhadap setiap aduan yang masuk. Kemudian semakin parah karena tak adanya jaminan kepastian waktu penyelesaian aduan. 

"Ditambah lagi banyaknya aplikasi milik OPD di lingkungan Pemkot Tangsel yang sampai hari ini kita pertanyakan efektivitas dan manfaatannya," tambahnya. 

Ahmad menyatakan, seharusnya ada evaluasi yang terukur dari setiap keberadaan aplikasi. Menurutnya, jangan sampai aplikasi tersebut terkesan menghamburkan anggaran dari APBD Kota Tangsel.

Menurutnya, hal tersebut sebenarnya bisa dijadikan gambaran terkait bobroknya sistem pelayanan publik berbasis aplikasi yang ada di Kota Tangsel. Oleh karena itu, pihaknya mempertanyakan hal yang menjadi tolak ukur yang dijadikan penilaian PANRB. 

"Untuk itu kami menggugat Kemenpan-RB agar menarik kembali penghargaan yang telah diberikan kepada Pemkot Tangsel, karena kami selaku masyarakat Tangsel tidak merasakan dampak dari keberadaan Pelayanan Publik berbasis Elektronik tersebut," tegasnya.(RAZ/RGI)

OPINI
Membaca Gibran, Rocky Gerung, dan Riuh Netizen

Membaca Gibran, Rocky Gerung, dan Riuh Netizen

Rabu, 7 Oktober 2026 | 20:25

Bagi sebagian besar orang, dunia akademik dan politik adalah dua kutub yang berbeda. Yang satu adalah menara gading tempat para pemikir memburu kebenaran, sementara yang lain adalah arena berlumpur tempat kekuasaan diperebutkan.

WISATA
Tak Maksimal Sumbang PAD, Wisata Kabupaten Tangerang Terkendala Regulasi dan Lahan

Tak Maksimal Sumbang PAD, Wisata Kabupaten Tangerang Terkendala Regulasi dan Lahan

Selasa, 6 Oktober 2026 | 19:40

Potensi pariwisata di Kabupaten Tangerang belum memberikan kontribusi maksimal terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD).

KOTA TANGERANG
Camat Jatiuwung Ajak 6 Perusahaan Bedah 4 Rumah Warga Senilai Rp 200 Juta

Camat Jatiuwung Ajak 6 Perusahaan Bedah 4 Rumah Warga Senilai Rp 200 Juta

Jumat, 9 Oktober 2026 | 21:12

Percepatan pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat membutuhkan keterlibatan banyak pihak.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill