PLN Raih Satya JKN Awards 2026, Pertahankan Predikat Terbaik Nasional Dua Tahun Beruntun
Rabu, 4 November 2026 | 18:21
PT PLN (Persero) kembali meraih penghargaan Satya JKN Awards 2026 sebagai badan usaha milik negara (BUMN) terbaik nasional.
TANGERANGNEWS.com-Kasat Reskrim Polres Tangsel AKP Alexander Yurikho mengungkap identitas pria yang tewas akibat terserempet Kereta Rel Listrik (KRL) di Perlintasan Kereta Api jalur Rawa Mekar Jaya - Serpong pada Jalan Batam, Rawa Mekar Jaya, Serpong, Tangerang Selatan, Jumat (17/5/2019).
Berdasarkan keterangan Alex, korban adalah Kuswadi, 69, asal Kabupaten Kuningan, Jawa Barat .
Baca Juga :
Korban adalah buruh yang sedang mengerjakan pekerjaan kabel optik di sekitar rel perlintasan kereta api tersebut.
Kuswadi terserempet KRL saat berjalan kaki usai membeli makanan dan minuman sekitar pukul 12.10 WIB.
"Menurut keterangan saksi, korban kemungkinan tidak melihat adanya kereta api yang akan melintas," ungkap Kasat Reskrim Polres Tangsel, AKP Alexander Yurikho.
Alex juga mengatakan, bahwa korban bukan tertabrak, namun terserempet kemudian terpental.
"Terserempet pada kepala bagian belakang dan luka sobek pada telinga bagian kiri, serta luka pada wajah bagian depan," bebernya.
Saat ini, kata dia, korban telah dievakuasi ke RSU Tangerang. "Untuk dilakukan visum terhadap korban," tukasnya.(RMI/HRU)
PT PLN (Persero) kembali meraih penghargaan Satya JKN Awards 2026 sebagai badan usaha milik negara (BUMN) terbaik nasional.
TODAY TAGKementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) mengingatkan para pengelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kota Tangerang agar tetap menjaga kualitas Makan Bergizi Gratis (MBG) meski telah memiliki Sertifikat Laik Higiene Sanitasi
Puluhan pelatih cabang olahraga (Cabor) panahan berkuda atau horseback archery yang berasal dari 38 Provinsi di Indonesia mendapatkan training camp dari pelatih kepala Némethy Horseback Archery Academy di Hungaria, Christoph Némethy.
Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews