Connect With Us

Prediksi Ray Rangkuti, 4 Paslon Akan Bertarung di Pilkada Tangsel

Rachman Deniansyah | Rabu, 26 Juni 2019 | 19:47

Pengamat Politik Ray Rangkuti saat diwawancarai awak media, di Resto Kampoeng Anggrek, Jalan Raya Victor No.81, Buaran, Serpong, Tangsel, Rabu (26/6/2019). (@TangerangNews / Rachman Deniansyah)

TANGERANGNEWS.com-Pengamat Politik Ray Rangkuti memprediksi 4 pasangan calon (paslon) Wali Kota akan muncul saat Pilkada Kota Tangerang Selatan yang akan dihelat tahun 2020 nanti. Hal itu dipaparkannya dalam diskusi bertajuk "Tangsel Bicara" di Resto Kampoeng Anggrek, Jalan Raya Victor No.81, Buaran, Serpong, Tangsel, Rabu (26/6/2019).

Tiga diantaranya Paslon itu menurutnya berasal partai terbesar di Tangsel, yakni Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Golongan Karya (Golkar), dan Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra). 

"Prediksi itu berdasarkan perolehan kursi legislatif yang diraih di Tangsel, 10 kursi untuk Golkar, 8 untuk PDIP dan Gerindra," tuturnya.

Selain itu, prediksinya juga berdasarkan pengalaman pada Pilkada Tangsel sebelumnya. Di mana ketiga partai itu mengusung calon dari partainya masing-masing. 

BACA JUGA:

Sementara, satu dari keempat pasang calon yang ia sebut itu bisa saja berasal dari sosok independen. 

"Kemungkinan ada pula calon independen yang mencalonkan diri, meski diusung oleh partai, bukan independen yang sebenarnya," jelas Ray. 

Ray berpendapat demikian, karena menurutnya, di Tangsel sangat sulit calon independen tanpa dukungan partai. 

"Tapi selama calon independen ini memiliki popularitas yang tinggi, saya sih yakin partai-partai gak bisa mengabaikannya," imbuhnya.

Selain itu, Ray juga memprediksi kekuatan parpol di Tangsel. Ia menyebut, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) tidak akan mencalonkan kadernya untuk posisi Wali Kota, namun lebih sebagai pengikut.  

"PKS akan ngotot untuk masuk di dua (sebagai wakil)," katanya.

Ia menilai, dalam sejarah partai yang sedang naik daun ini belum pernah mencalonkan kadernya sebagai nomor 1 untuk wilayah Banten.

"PKS, mereka tak terbiasa mencalonkan sendiri di wilayah Banten, kalau di Kalimantan, NTB, mereka berani. Tapi di Banten umumnya ikut partai lain," tukasnya.(MRI/RGI)

MANCANEGARA
Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Selasa, 14 Juli 2026 | 13:48

Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut

OPINI
Darurat Perundungan, Saatnya Islam Menjadi Solusi Hakiki

Darurat Perundungan, Saatnya Islam Menjadi Solusi Hakiki

Senin, 12 Oktober 2026 | 21:02

Orang tua mana yang tidak hancur hatinya, ketika melihat anaknya tersakiti? Terlebih jika peristiwa menyakitkan itu terjadi di lingkungan sekolah, tempat yang semestinya menjadi ruang aman bagi anak untuk belajar, bertumbuh

KOTA TANGERANG
Pengedar Etomidate Diringkus Polisi saat Mau Transaksi di Pinggir Jalan Karang Tengah, 30 Cartridge Disita

Pengedar Etomidate Diringkus Polisi saat Mau Transaksi di Pinggir Jalan Karang Tengah, 30 Cartridge Disita

Rabu, 14 Oktober 2026 | 18:03

Tim Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya menggagalkan dugaan peredaran puluhan cartridge berisi zat obat bius keras berjenis etomidate.

NASIONAL
Bos Buruh Klaim Pabrik PHK Massal Bukan karena Upah Tinggi, Ini Empat Penyebabnya

Bos Buruh Klaim Pabrik PHK Massal Bukan karena Upah Tinggi, Ini Empat Penyebabnya

Rabu, 14 Oktober 2026 | 14:45

Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal menilai kenaikan upah minimum bukan penyebab utama penutupan pabrik dan pemutusan hubungan kerja (PHK) di Indonesia.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill