Hunian Berdesain Jepang di BSD Jadi Incaran Generasi Muda, Terjual 90% dalam Sebulan
Selasa, 9 Juni 2026 | 16:06
Tren pasar properti nasional di tahun 2026 masih didominasi oleh tingginya minat masyarakat terhadap hunian tapak (landed house).
TANGERANGNEWS.com-Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) menyalurkan 8.000 liter air bersih untuk warga Kampung Koceak RT 006 RW 002, Kranggan, Setu, Tangsel, Kamis (22/8/2019).
Penyaluran air bersih ini pertama kali ke wilayah yang mengalami kekeringan parah sejak Juni 2019 silam.
Kepala Pelaksana BPBD Tangsel Charerudin mengatakan, air bersih baru disalurkan lantaran kurangnya koordinasi dari pemerintahan wilayah, seperti pejabat kelurahan, kecamatan, ketua RT, ataupun RW.
BACA JUGA:
"Tidak ada yang laporan ke kami bahwa ada kekeringan seperti itu. Saya belum dapat laporan. Saya tanya Camat Serpong saja bilang pada bingung. Jadi ini inisiatif kita saja," ungkapnya di lokasi.
Menurut informasi yang diterimanya dari Badan Meteorologi, Klimatologi, Geofisika Stasiun Klimatologi (BMKG), kemarau akan berlangsung sampai bulan November.

Dari informasi itu, Chaerudin memastikan stok air bersih tersedia bagi warga Tangsel hingga November 2019.
"Stok air bersih hingga bulan itu aman," imbuhnya.
Hasyim, Kepala Bidang (Kabid) Kedaruratan dan Logistik BPBD Tangsel mengatakan, air yang disalurkan bagi warga Kampung Koceak sebanyak 8.000 liter.
"Satu mobil kita tampung 4.000 liter. Jadi dua kali kita salurkannya," ucapnya.
Jumlah itu, kata dia, berdasarkan permintaan dari warga yang mengalami kekeringan.
Dari pantauan TangerangNews di lokasi, warga mengantre untuk mendapatkan air bersih itu.
Mereka berbondong-bondong membawa ember, dan drum yang akan digunakan sebagai penampung air.
Boni, 70, salah satu warga yang ikut mengantre merasa senang dengan adanya bantuan air bersih gratis tersebut.
"Allhamdulillah sekarang dibantu, sudah 3 bulan kita harus beli, lima ribu rupiah per galon buat konsumsi," singkatnya.(MRI/RGI)
TODAY TAGTren pasar properti nasional di tahun 2026 masih didominasi oleh tingginya minat masyarakat terhadap hunian tapak (landed house).
Sebanyak 62 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Tangerang berhenti beroperasi sementara karena tertundanya pencairan dana operasional program Makan Bergizi Gratis (MBG).
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews