Sering Jadi Bahan Candaan, Ternyata Ini Asal-usul Nama Kelurahan Bencongan Kabupaten Tangerang
Kamis, 6 Agustus 2026 | 09:49
Nama Kelurahan Bencongan di Kecamatan Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang, kerap memancing perhatian karena dianggap unik.
TANGERANGNEWS.com-Polres Tangsel tengah menyelidiki penyebab kematian jasad pria yang ditemukan tewas mengambang di Sungai Cisadane, Rabu (11/9/2019).
Agus Tomi, 53, ditemukan tak bernyawa dengan kondisi kaku dan mengeluarkan cairan menyerupai darah dari sekitar kepalanya di Sungai Cisadane, tepatnya dekat jembatan The Breeze, BSD.
Keterangan yang dihimpun polisi, sebelum ditemukan tewas, warga Kampung Sampora RT2/4, Sampora, Cisauk, Kabupaten Tangerang itu dikabarkan telah menghilang dari rumahnya sejak beberapa hari yang lalu.
"Berdasarkan keterangan Sulaeman yang juga merupakan salah satu dari keluarga korban bahwa korban sudah menghilang, tidak ada kabar atau meninggalkan rumah selama kurang lebih 3 hari," jelas Kasat Reskrim Polres Tangsel AKP Muharram Wibisono, Rabu (11/9/2019).

Wibi menjelaskan, korban meninggalkan rumah dengan menggunakan sepeda motor.
Baca Juga :
"Sebelum korban ditemukan dalam keadaan meninggal dunia, korban sempat juga berselisih dengan tetangga rumah kontrakannya," imbuhnya.
Ia mengatakan, penyebab kematian korban sampai saat ini masih dalam penyelidikan.
"Tindak lanjut masih menunggu hasil visum dan keterangan oleh pihak Rumah Sakit Umum Kota Tangerang," pungkasnya.(RMI/HRU)
Nama Kelurahan Bencongan di Kecamatan Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang, kerap memancing perhatian karena dianggap unik.
TODAY TAGPolsek Serpong, Polres Tangerang Selatan (Tangsel) memusnahkan sebanyak 46 juta butir obat keras golongan G dengan berbagai jenis. Obat keras itu merupakan hasil penggerebekan gudang di Jalan Raya Bogor, kawasan Kramat Jati, Jakarta Timur.
Warga Tangerang kini memiliki pilihan transportasi baru untuk menuju Jakarta. Paramount Petals menghadirkan layanan shuttle bus harian yang menghubungkan kawasan Paramount Petals dengan Counter DayTrans Grogol, Jakarta Barat.
Sekretaris Komisi V DPRD Provinsi Banten, Rifky Hermansyah, meminta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Provinsi Banten menjamin hak siswa yang terdampak setelah tujuh SMA swasta mengundurkan diri dari Program Sekolah Gratis.
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews