Pastikan Segel Rumah Ibadah POUK Tesalonika Tangerang Sudah Dibuka, Menteri HAM: Polemik Selesai
Selasa, 7 April 2026 | 20:48
Kabar baik datang bagi jemaat Persekutuan Oikoumene Umat Kristen (POUK) Tesalonika di Teluknaga, Kabupaten Tangerang.
TANGERANGNEWS.com-Seorang pria paruh baya tewas seketika usai tertabrak dan terseret kereta listrik ( commuter line ) jurusan Tanah Abang-Serpong, Kamis (19/9/2019) sore.
Pria nahas itu belum diketahui identitasnya.
Informasi yang dihimpun TangerangNews, peristiwa itu terjadi di Kampung Cilalung RT 04/09, Kelurahan Jombang, Ciputat Tangerang Selatan (Tangsel). Sementara, lokasi kejadian berjarak sekitar 800 meter dari Stasiun Sudimara.
Kapolsek Ciputat Kompol Endy Mahandika mengatakan, kakek tersebut berusia sekitar 65 tahun. Ia tersambar kereta sekitar pukul 15.30 WIB.
"Ciri-cirinya memakai kaos warna putih, celana levis pendek biru, rambut warna putih ubanan, memakai sandal jepit warna merah kulit putih, dan tinggi kurang lebih 165 sentimeter," tutur Endy, Kamis (19/9/2019).
BACA JUGA:
Peristiwa itu pertama kali diketahui oleh seorang anak yang kebetulan melintas di rel itu. Anak usia sekolah itu kemudian melaporkan ke warga sekitar yang kemudian dilanjutkan ke pihak kepolisian.
Setelah dicek ke lokasi, lanjut Endy, jasad korban ditemukan dengan kondisi luka parah.
"Tangan sebelah kanan hampir putus, kepala luka robek, kaki pergelangan sebelah kanan hampir putus, perut robek," imbuhnya.
Polisi pun kemudian berusaha mengungkap identitas korban, namun berdasarkan keterangan warga setempat, tak satu pun yang mengenal korban.
Parahnya kondisi korban diduga karena setelah tersambar, korban sempat terseret kereta puluhan meter. Jasad korban kemudian ditemukan terlentang di tengah rel.
"Diduga korban tertabrak kereta api dan terseret sejauh 30 meter," pungkasnya.(MRI/RGI)
Kabar baik datang bagi jemaat Persekutuan Oikoumene Umat Kristen (POUK) Tesalonika di Teluknaga, Kabupaten Tangerang.
TODAY TAGCuaca ekstrem yang melanda kawasan Bandara Soekarno-Hatta, Kota Tangerang pada Senin, 6 April 2026, memicu kerusakan infrastruktur di Terminal 3.
Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) mulai memberlakukan kebijakan Work From Home (WFH) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) setiap hari Jumat, terhitung mulai 1 April 2026.
Libur lebaran telah usai, tapi masalah baru yang mesti dihadapi pemerintah pasca Ramadan justru mulai muncul, salah satunya adalah urbanisasi. Euforia gemerlapnya kota meracuni penduduk desa untuk bisa menikmatinya.
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews