Tim SAR Cek Benda Mirip Kapal Terbalik Dekat Anak Krakatau, Hasilnya Nihil
Kamis, 17 September 2026 | 09:59
Video benda yang tampak seperti kapal terbalik di sekitar Gunung Anak Krakatau (GAK) beredar di media sosial.
TANGERANGNEWS.com-Kecelakaan beruntun lima mobil di Jalan Boulevard Bintaro, Pondok Aren, Tangerang Selatan (Tangsel), Jumat (6/9/2019) disebabkan oleh sopir truk pengangkut tanah yang mengantuk.
"Pengakuan hasil interogasi sementara, itu sopir truk ngantuk," kata Kapolsek Pondok Aren Kompol Afroni.
Selain itu, kata Afroni, jika dilihat dari posisi kecelakaan, truk tersebut tak dapat menjaga jarak kendaraannya.
BACA JUGA:
"Karena itu kan yang berdesakan. Nanti kita lihat CCTV-nya (kamera pengawas )," ujarnya.
Ia mengatakan, tak ada korban jiwa dari kecelakaan tersebut. Korban hanya mengalami kerugian materi.

Ia menambahkan, akan mengamankan sopir truk itu dan kendaraannya ke Polres Tangsel untuk dilakukan penyelidikan lebih lanjut.
"Truknya bermuatan tanah proyek, nanti kita cek. Sopir diminta keterangan dan diamankan truknya. Nanti kita dalami," tuturnya.
Kanit Laka Lantas Polres Tangsel, IPTU Dhady menambahkan, pihaknya akan melakukan penyelidikan lebih lanjut terhadap sopir tersebut.
"Cek urin juga. Kita selidiki untuk mengetahui posisi kenapa dan apa penyebabnya yang sebenarnya terjadi. Serta mencari titik terang, tentang kecelakaan beruntun ini," singkatnya.
Berikut data lima kendaraan yang terlibat kecelakaan beruntun tersebut, yaitu Hino Dump Truk bernomor polisi B9383-KYV, Toyota Mark X bernomor polisi B-2262-STE, Daihatsu Ayla bernomor polisi B-1514-FRL, Toyota Scienta bernomor polisi B-1101-WOS, dan kendaraan Toyota Innova bernomor polisi B-1854-CKX.(MRI/RGI)
Video benda yang tampak seperti kapal terbalik di sekitar Gunung Anak Krakatau (GAK) beredar di media sosial.
TODAY TAGKebakaran hebat puluhan gudang di Pergudangan Kosambi Permai, Kecamatan Kosambi, Kabupaten Tangerang, menyebabkan kepulan asap hitam pekat, pada Rabu 16 September 2026, pukul 12.55 WIB.
Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews