Jalur Mutasi SPMB SMP Kota Tangerang Dibuka Besok
Senin, 29 Juni 2026 | 19:00
Proses Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) jenjang SMP Negeri Tahun Ajaran 2026/2027 masih berlangsung.
TANGERANGNEWS.com-Kecelakaan beruntun lima mobil di Jalan Boulevard Bintaro, Pondok Aren, Tangerang Selatan (Tangsel), Jumat (6/9/2019) disebabkan oleh sopir truk pengangkut tanah yang mengantuk.
"Pengakuan hasil interogasi sementara, itu sopir truk ngantuk," kata Kapolsek Pondok Aren Kompol Afroni.
Selain itu, kata Afroni, jika dilihat dari posisi kecelakaan, truk tersebut tak dapat menjaga jarak kendaraannya.
BACA JUGA:
"Karena itu kan yang berdesakan. Nanti kita lihat CCTV-nya (kamera pengawas )," ujarnya.
Ia mengatakan, tak ada korban jiwa dari kecelakaan tersebut. Korban hanya mengalami kerugian materi.

Ia menambahkan, akan mengamankan sopir truk itu dan kendaraannya ke Polres Tangsel untuk dilakukan penyelidikan lebih lanjut.
"Truknya bermuatan tanah proyek, nanti kita cek. Sopir diminta keterangan dan diamankan truknya. Nanti kita dalami," tuturnya.
Kanit Laka Lantas Polres Tangsel, IPTU Dhady menambahkan, pihaknya akan melakukan penyelidikan lebih lanjut terhadap sopir tersebut.
"Cek urin juga. Kita selidiki untuk mengetahui posisi kenapa dan apa penyebabnya yang sebenarnya terjadi. Serta mencari titik terang, tentang kecelakaan beruntun ini," singkatnya.
Berikut data lima kendaraan yang terlibat kecelakaan beruntun tersebut, yaitu Hino Dump Truk bernomor polisi B9383-KYV, Toyota Mark X bernomor polisi B-2262-STE, Daihatsu Ayla bernomor polisi B-1514-FRL, Toyota Scienta bernomor polisi B-1101-WOS, dan kendaraan Toyota Innova bernomor polisi B-1854-CKX.(MRI/RGI)
Proses Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) jenjang SMP Negeri Tahun Ajaran 2026/2027 masih berlangsung.
TODAY TAGPemerintah Kabupaten (Tangerang) berencana mengadakan nonton bareng (Nobar) FIFA World Cup 2026 di 29 Kecamatan yang berada di wilayah tersebut.
Pengembangan kawasan hunian Paramount Petals memasuki babak baru. Setelah hampir dua tahun dipasarkan, pengembang mulai menyerahkan kunci rumah kepada para pembeli di Klaster Lily.
Pemerintah Malaysia memutuskan menurunkan harga solar menjadi 2,10 ringgit Malaysia atau sekitar Rp9.061 per liter mulai Juli 2026.
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews