Refleksi 1 Tahun Kepemimpinan Gubernur Banten: Sebuah Surat Terbuka
Kamis, 5 Februari 2026 | 20:38
Dalam balutan seminar nasional itu, Anda memamerkan angka 60 ribu siswa sekolah gratis seolah-olah itu adalah tiket emas menuju surga kesejahteraan.
TANGERANGNEWS.com-Sebanyak 14 Personel Satuan Reserse Narkoba Kepolisian Resor (Polres) Tangerang Selatan (Tangsel) mendapat penghargaan atas prestasinya yang telah mengungkap peredaran narkotika golongan satu jenis Sabu
Penghargaan diberikan secara langsung oleh Kapolres Tangsel AKBP Ferdy Irawan di Mapolres Tangsel, Jalan Promoter, Serpong, Tangsel, Kamis (10/10/2019).
“Saya memberikan apresiasi kepada 14 anggota Reserse Narkoba. Saya berikan kepada Inspektur Dua Pardiman yang menjabat Kepala Unit II Satuan Reserse Narkoba, beserta 13 personel lainnya,” ucap Ferdy.

Ia menjelaskan, penghargaan itu diberikan atas prestasi anggotanya yang telah mengungkap kasus tindak pidana Narkotika golongan satu dalam bentuk bukan tanaman, sebagaimana dimaksud dalam pasal 114 ayat (2) Subsider Pasal 112 ayat (2) Undang Undang Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 2009 dengan tersangka atas nama Chairus Sakina alias Poppy beberapa waktu lalu.

“Barang bukti berupa Sabu seberat 4595,30 gram,” imbuhnya.
Ia melanjutkan, pemberian penghargaan itu berdasarkan Keputusan Kepala Kepolisian Resor Tangerang Selatan Nomor : Kep/98/IX/2019 Tanggal 24 September 2019.
“Saya harap kepada anggota yang berprestasi, jangan dilihat nilainya, tetapi pengakuan atas pelaksanaan tugas yang dilaksanakan, dan mampu menjadi motivasi bagi personel polisi yang lainnya,” pungkasnya.(RMI/HRU)
Dalam balutan seminar nasional itu, Anda memamerkan angka 60 ribu siswa sekolah gratis seolah-olah itu adalah tiket emas menuju surga kesejahteraan.
TODAY TAGPendaftaran Tes Kemampuan Akademik (TKA) untuk jenjang SD dan SMP dijadwalkan mulai dibuka pada Senin 19 Januari 2026.
Arus masuk baja impor berharga rendah dari China dinilai terus menekan kinerja industri baja nasional. Kondisi tersebut berdampak langsung pada melemahnya produksi dalam negeri karena pasar dipenuhi produk impor yang lebih murah dan sulit disaingi.
Pergantian tahun belum membawa angin segar bagi pasar tenaga kerja global. Ancaman pemutusan hubungan kerja diperkirakan masih akan membayangi hingga beberapa tahun ke depan, bahkan berpotensi berlangsung sampai 2030.
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews