Meritokrasi Tanpa Jiwa
Senin, 17 Agustus 2026 | 19:33
Peringatan kemerdekaan republik ini sejatinya memanggil kembali janji emansipasi yang paling mendasar, yakni pembebasan nalar manusia dari segala bentuk perhambaan feodal.
TANGERANGNEWS.com-Sebagai penyangga ibu kota Jakarta, Kota Tangerang Selatan dinilai memiliki potensi pariwisata kota ( city tourism ) yang unggul. Nantinya, potensi itu akan mamph mendongkrak popularitas dan penghasilan pajak daerah.
Kasubbid Fasilitasi Teknologi Informasi dan Komunikasi Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Feri Suprapto menjelaskan, pariwisata di kota urban seperti Tangsel, memang memiliki tantangan.
Pasalnya, Kota ini tidak memiliki kekuatan pariwisata berbasis sumber daya alam, seperti laut atau pegunungan.
"Masih mendominasi dalam pikiran kita melihat pariwisata hanya alam. Ada juga kota-kota antara, kota-kota transit. Sebenarnya sudah terbuka aksesnya, tinggal nanti bicara product development (pengembangan produk), yaitu semakin diragamkan produknya, itu adalah challange (tantangan) yang kita hadapi," jelas Feri di Universitas Prasetiya Mulya BSD, Jalan BSD Raya Utama, Kabupaten Tangerang, Senin (13/1/2020).
Feri menambahkan, meski turis mancanegara masih mencari keindahan alam yang terkesan eksotik, akan tetapi para turis juga kerap akan singgah di kota-kota besar dahulu sebelum sampai ke destinasi wisata.
"Jadi kota-kota transit merupakan destinasi yang perlu kita gali lagi produknya sehingga nanti semakin semarak (turis) domestik dan internasional. Mereka akan singgah di kota-kota besar, saya pikir pengembangan city tourism itu akan melayani domestik dan internasional visitors (pendatang mancanegara),” tuturnya.
Untuk menghasilkan potensi pariwisata lebih unggul, maka Universitas Prasetiya Mulya pun menggandeng Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif dan Wahana Kreator Nusantara untuk dalam program “Leisure” dan melakukan riset pemasaran serta observasi di wilayah Tangerang Selatan, dan sekitarnya.
Setidaknya, terdapat 16 karya yang berasal dari mahasiswa berhasil menggali sejumlah potensi pariwisata, diantaranya potensi wisata sejarah Daan Mogot yang terletak di Lengkong, Situ Gintung, Hutan Kota BSD, dan Kebun Ide.
Sementara itu, Direktur Program Sarjana Sekolah Bisnis dan Ekonomi Universias Prasetiya Mulya Christina Yosevina menyampaikan, kegiatan ini bertujuan untuk menjawab tantangan pendidikan yang kerap menganggap bahwa mahasiswa hanya diberi teori tanpa penerapannya.
“Jadi kami berusaha untuk berkolaborasi antar mata kuliah, kami juga ingin selalu berkolaborasi dengan industri sehingga ketika mahasiswa sudah lulus apapun masalah yang ada di praktiknya mereka langsung bisa mengatasinya dengan bekal yang mereka dapat di bangku kuliah," pungkasnya.(RMI/HRU)
Peringatan kemerdekaan republik ini sejatinya memanggil kembali janji emansipasi yang paling mendasar, yakni pembebasan nalar manusia dari segala bentuk perhambaan feodal.
TODAY TAGSebuah taman kota multifungsi dengan bentangan jalur sungai sepanjang 1,5 kilometer yang dikelilingi lanskap tropis rimbun kini hadir di BSD City, Tangerang.
Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews