Connect With Us

Ojol Tangsel Serukan “Ojolali” Dukung Azizah

Mohamad Romli | Selasa, 28 Januari 2020 | 23:14

Siti Nur Azizah saat berkomunikasi dengan para Driver Ojek Online di Tangsel. (TangerangNews / Mohamad Romli)

 

TANGERANGNEWS.com-Ratusan ojek online kembali menyatakan dukungan kepada bakal calon Wali Kota Tangerang Selatan Siti Nur Azizah. Kali ini, dukungan itu datang dari Komunitas Keluarga Besar Ojol Tangsel (KBOT).

Deklarasi dukungan terhadap Azizah pun dilakukan sekitar 300 anggota komunitas ojol tersebut di gang Beringin, Jombang, Ciputat, Tangsel, Selasa (28/1/2020).

“Kami atas nama KBOT, menyatakan dukungan kepada Siti Nur Azizah sebagai calon Wali Kota Tangsel 2020-2024,” ucap kong Jaja, perwakilan komunitas ojol itu saat membacakan deklarasi tersebut.

Jaja juga menyatakan, bersama anggota komunitasnya, mereka akan bergotong royong dan bekerjasama dengan semua elemen untuk mewujudkan visi yang diusung Azizah, Pemerataan Kemajuan dan Kesejahteraan (Permata) Tangsel.

“Kami ojol, pokoknya ojolali dukung Azizah,” tambahnya.

Azizah yang hadir di lokasi wajahnya tampak sumringah dan bersemangat. Ia bahkan mengatakan tugas seorang wali kota dan ojol hampir serupa, yakni melayani konsumen.

“Kalau ojol satu orang satu konsumen,  kalau wali kota itu satu tapi konsumennya seluruh warga kota, termasuk sahabat-sahabat semua yang ada di sini,” ungkap Azizah.

Azizah menyatakan, siapapun bisa menjadi bagian dari barisan perjuangannya untuk melakukan perubahan di Tangsel, tak terkecuali ojol.

“Bagaimana ojol bisa membuat perubahan? Dalam demokrasi berlaku hukum one man, one vote. Satu orang satu suara. Jumlah ojol di Tangsel jumlahnya ribuan, jika disatukan ditambah keluarga, tetangga, maka akan besar sekali dampaknya,” seru Azizah yang disambut tepuk tangah ratusan ojol.

Azizah kembali menyatakan tekad perjuangannya untuk menjadikan Tangsel sebagai kota berkelas dunia. Salah satu fasilitas yang harus tersedia, terang Azizah, sarana transportasi yang baik dan nyaman.

“Inilah kesempatan sahabat-sahabat ojol bersama mewujudkan misi perjuangan saya. Ini misi kita bersama, ayo kita wujudkan, ayo kita rapatkan barisan,” serunya lagi.

Diakhir acara, Azizah membagikan cendramata helm kepada ratusan ojol sebagai simbol keselamatan.

“Sahabat ojol bekerja di jalan yang penuh resiko. Dengan adanya helm, pengemudi dan penumpang sama-sama lebih tenang dan terjamin keselamatannya. Begitu juga dengan saya, dengan memberikan helm, semoga doa menyertai saya agar selamat selama masa sosialisasi, semasa kampanye, dan semasa menjabat kelak bila Allah menghendaki,” pungkasnya.(RMI/HRU)

BISNIS
Atasi Sampah Kemasan, ALVAboard Gandeng Rekosistem Beri Warga Insentif dari Setoran Limbah

Atasi Sampah Kemasan, ALVAboard Gandeng Rekosistem Beri Warga Insentif dari Setoran Limbah

Rabu, 25 Februari 2026 | 16:20

Meledaknya tren belanja online (e-commerce) dan logistik di Indonesia menyisakan tumpukan sampah kemasan yang kini menjadi masalah besar.

OPINI
Antara Ibadah dan Konsumerisme Ramadhan yang Semakin Komersial

Antara Ibadah dan Konsumerisme Ramadhan yang Semakin Komersial

Jumat, 27 Februari 2026 | 17:02

Ramadhan secara teologis dimaknai sebagai bulan penyucian diri, penguatan ketakwaan, dan peneguhan solidaritas sosial. Puasa tidak sekadar menahan lapar dan dahaga, melainkan juga latihan spiritual untuk membangun empati dan keadilan sosial.

TOKOH
Deretan Kasus dan Kontroversi Habib Bahar Bin Smith, Terbaru Diduga Ikut Aniaya Anggota Banser di Cipondoh

Deretan Kasus dan Kontroversi Habib Bahar Bin Smith, Terbaru Diduga Ikut Aniaya Anggota Banser di Cipondoh

Selasa, 3 Februari 2026 | 21:28

Nama Habib Bahar bin Smith kembali muncul dalam kasus perkara hukum. Ulama kontroversial ini ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan penganiayaan terhadap seorang anggota Barisan Ansor Serbaguna (Banser) di wilayah Cipondoh,

MANCANEGARA
WEF Proyeksikan Badai PHK Berlanjut hingga 2030, Penyebabnya Gegara AI 

WEF Proyeksikan Badai PHK Berlanjut hingga 2030, Penyebabnya Gegara AI 

Kamis, 8 Januari 2026 | 13:17

Pergantian tahun belum membawa angin segar bagi pasar tenaga kerja global. Ancaman pemutusan hubungan kerja diperkirakan masih akan membayangi hingga beberapa tahun ke depan, bahkan berpotensi berlangsung sampai 2030.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill