Connect With Us

Bertemu Kemal Pasya, Biem Bahas Masalah Sampah

Mohamad Romli | Selasa, 4 Februari 2020 | 12:40

Bacalon Wali Kota Tangsel Biem Benyamin (kanan) saat bertemu Kemal Pasya, Senin (3/2/2020) malam. (Istimewa / Mohammad Romli)

TANGERANGNEWS.com-Bakal balon Wali Kota (bacalon) Tangsel Biem Benjamin melanjutkan silaturahminya ke sejumlah tokoh. Setelah sekda Muhamad, Biem kali ini bertemu mantan Ketua Kadin Kota Tangsel, Kemal Pasya. 

Dalam pertemuan awal pekan ini, Biem membahas sejumlah hal dengan Kemal. Dari persoalan sampah, UKM, lingkungan dan isu-isu krusial lainnya.

Dari pembahasan tersebut ada satu isu yang menurut Biem harus bisa terselesaikan. Yakni masalah sampah.  Oleh karena itu, bagi Biem sampah akan menjadi isu sentralnya jika nanti diberi kepercayaan masyarakat Kota Tangsel.

“Sampah ini harus segera diselesaikan. Tidak boleh menjadi isu sekunder. Harus utama dan langsung rampung. Tidak boleh dinomorduakan. Saya juga bicara panjang lebar dengan pak Kemal soal sampah. Rupanya kita sama-sama konsen tentang isu ini. Ya, harus segera rampung,” katanya kepada awak media, Senin (3/2/2020) malam.

Karena itu, bagi Biem, langkah utamanya menyelesaikan sampah adalah dengan melibatkan elemen masyarakat.  Tanpa itu rasanya sulit untuk membereskannya. Selain tentunya, digalakkan lagi program daur ulang, bank sampah, dan sejenisnya.

Soal daur ulang sampah, Biem mengungkapkan akan masyarakat. Ada nilai ekonomis dibalik daur ulang tersebut.  Uang akan berputar dan tentunya kesejahteraan akan tercipta.

“Daur ulang sampah harus dilakukan. Pemerintah yang harus mendorong agar program ini bisa berjalan efektif. Saya yakin kalau ada kemauan akan sukses,” ujarnya.

Politisi Partai Gerindra ini menjelaskan, daur ulang sampah belum sepenuhnya menjadi program unggulan pemerintah. Yang ia ingat hanya bank sampah. Namun itu tidak efektif karena kurang berjalan dengan baik. Akibatnya, program ini seperti sebuah seremoni, yakni hanya dibentuk kelompok bank sampah. Namun tindak lanjut dan efektivitasnya kurang terkontrol dengan baik.

Akibatnya, penumpukan sampah masih bisa terlihat di sejumlah titik di Kota Tangsel.

“Pembahasan sampah akan menjadi isu utama saya. Bagi saya ini harus segera diselesaikan,” pungkas mantan anggota DPR-RI ini. (RAZ/RAC)

OPINI
Membaca Gibran, Rocky Gerung, dan Riuh Netizen

Membaca Gibran, Rocky Gerung, dan Riuh Netizen

Rabu, 7 Oktober 2026 | 20:25

Bagi sebagian besar orang, dunia akademik dan politik adalah dua kutub yang berbeda. Yang satu adalah menara gading tempat para pemikir memburu kebenaran, sementara yang lain adalah arena berlumpur tempat kekuasaan diperebutkan.

WISATA
Tak Maksimal Sumbang PAD, Wisata Kabupaten Tangerang Terkendala Regulasi dan Lahan

Tak Maksimal Sumbang PAD, Wisata Kabupaten Tangerang Terkendala Regulasi dan Lahan

Selasa, 6 Oktober 2026 | 19:40

Potensi pariwisata di Kabupaten Tangerang belum memberikan kontribusi maksimal terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD).

MANCANEGARA
Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Selasa, 14 Juli 2026 | 13:48

Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut

BISNIS
Bos Media Lokal Khawatir Link Tax Putus Trafik, Tolak Sentralisasi Kompensasi Lewat LMK

Bos Media Lokal Khawatir Link Tax Putus Trafik, Tolak Sentralisasi Kompensasi Lewat LMK

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 09:33

Sejumlah pimpinan media lokal menolak wacana sentralisasi kompensasi penggunaan konten berita melalui Lembaga Manajemen Kolektif (LMK) dalam pembahasan revisi Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill