Diplomat 12 Negara Keliling Destinasi Wisata Banten
Minggu, 12 April 2026 | 15:51
Sebanyak 12 perwakilan berbagai negara sahabat berkeliling lokasi wisata di Pulau Lima, Kabupaten Serang.
TANGERANGNEWS.com-Pandemi COVID-19 membuat perayaan hari buruh (May Day) yang diperingati setiap 1 Mei berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya.
May Day yang identik ribuan buruh turun ke jalan untuk menyuarakan aspirasinya, kini dilakukan hanya lewat bersuara di media sosial. Seperti yang diakui kelompok buruh di Kota Tangsel.
"Kami menyampaikan (menyuarakan aspirasi) melalui media sosial," ucap Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) Tangsel Vanny Sompie saat dikonfirmasi, Jumat (1/5/2020).
Selain dengan cara yang berbeda, perayaan May Day di tengah pandemi ini juga mengusung isu yang berbeda pula dengan tahun-tahun sebelumnya.
Saat ini, yang disuarakan bukan lagi terkait kenaikan hak, seperti upah dan tunjangan. Melainkan terkait fenomena pemutusan hubungan kerja (PHK) yang banyak terjadi akibat dampak COVID-19.
"Kami meminta kepada pihak pengusaha untuk menghindari melakukan PHK, dan bila ada karyawan yang dirumahkan, agar upahnya dibayar penuh 100 persen," katanya.
Selain isu PHK, SPSI juga meminta perusahaan tetap membayar tunjangan hari raya (THR) kepada para pekerja.
"Kita juga mengingatkan para pengusaha untuk membayar THR pada waktunya sesuai ketentuan peraturan yang berlaku," ujar Vanny.
Sementara untuk isu lainnya yang disorot organisasi buruh yaitu soal RUU Omnibus Law, terkhusus soal klaster ketenagakerjaannya.
"Kami mendesak pemerintah dan DPR RI untuk membatalkan pembahasan RUU Omnibus Law Cipta Kerja, dan lebih khusus mencabut klaster ketenagakerjaan dari RUU Omnibus Law Cipta Kerja," pungkasnya.(RMI/HRU)
Sebanyak 12 perwakilan berbagai negara sahabat berkeliling lokasi wisata di Pulau Lima, Kabupaten Serang.
TODAY TAGLibur lebaran telah usai, tapi masalah baru yang mesti dihadapi pemerintah pasca Ramadan justru mulai muncul, salah satunya adalah urbanisasi. Euforia gemerlapnya kota meracuni penduduk desa untuk bisa menikmatinya.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang kembali membuka peluang emas bagi putra-putri daerah melalui program Beasiswa Tangerang Gemilang 2026.
Bisnis minuman teh kekinian Menantea yang didirikan oleh Jerome Polin pada 2021, lalu, resmi menghentikan seluruh operasional gerainya pada 25 April 2026, setelah berjalan selama kurang lebih lima tahun.
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews