Pindah Rumah Belum Tentu Harus Ganti KTP dan KK, Ini Penjelasannya
Senin, 27 Juli 2026 | 14:28
Masyarakat yang berpindah tempat tinggal belum tentu wajib mengganti alamat pada Kartu Tanda Penduduk elektronik (KTP-el) maupun Kartu Keluarga (KK).
TANGERANGNEWS.com-Sebanyak 4.099 orang di Kota Tangsel telah menjalani tes cepat (rapid test) virus Corona. Hasilnya, 122 orang dinyatakan positif.
Juru bicara Gugus Tugas COVID-19 Kota Tangsel Tulus Muladiyono menjelaskan, berdasarkan hasil rapid test per tanggal 1 Mei 2020, terdapat 122 hasil reaktif, atau orang yang dinyatakan positif, 3.953 hasil negatif, dan 24 alat invalid. Sementara, dari 5.611 alat yang tersedia, tersisa 1.512 alat tersebut.
"Rapid test ini dilakukan di rumah sakit, sebanyak 1.373 dengan persentase (kehadiran) sebesar 33,7 persen. Hasilnya, pasien negatif sebanyak 1.332 orang dan reaktif (dinyatakan positif) sebanyak 41 orang (33,6 persen). Sedangkan di Puskesmas sebanyak 2.045 dengan persentase 50,2 persen. Dengan hasilnya, negatif sebanyak 1.976 dan reaktif sebanyak 41," tutur Tulus dalam pernyataan resminya, Sabtu (2/5/2020).
Selain itu, rapid test juga dilaksanakan di Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) dan Dinas Kesehatan.
"Untuk di Labkesda sebanyak 333 dengan persentase sebesar 8,2 persen dengan hasil negatif 333 dan reaktif 0 persen. Untuk di Dinkes sebanyak 324 dengan persentase sebanyak 8,0 persen. Dengan hasil negatif sebanyak 312 dan Reaktif sebanyak 12," ujar Tulus.
"Total dari semua yang telah dijalani, terdapat sebanyak 4.075 (24 alat invalid) dengan persentase 100 persen. Dengan hasil negatif sebanyak 3.953 dan reaktif sebanyak 122," imbuhnya.
Selain itu, rapid test pun juga dilaksanakan oleh Provinsi Banten di sejumlah titik seperti di Pondok Aren. Di lokasi ini, 247 orang menjalani rapid test dengan hasil positif 1, negatif sebanyak 245, dan invalid 1. Untuk di Jombang ada sebanyak 331 tes, dengan hasil positif sebanyak 4 , negatif sebanyak 324, dan invalid sebanyak 3.
Sementara itu, di Lengkong Gudang Timur sebanyak 252, dengan hasil positif 0, negatif 249, dan invalid sebanyak 3.
"Di Pasar Serpong sebanyak 150 tes, dengan hasil negatif sebanyak 149, reaktif sebanyak 1, dan invalid 1. Untuk di Pasar Modern BSD yang telah dites sebanyak 350, dengan hasil negatif sebanyak 347, reaktif 0, dan invalid 3. Untuk di Pasar Modern Bintaro sebanyak 252 dengan hasil negatif sebanyak 247, reaktif sebanyak 5, dan invalid 0. Sedangkan di Pasar Ciputat sebanyak 226 tes, dengan hasil reaktif 0, negatif sebanyak 266, dan invalid 0," papar Tulus.
Hasil rapid test yang telah dijalani ini bukanlah hasil akhir. Karena, rapid test bukan penentu utama seseorang dinyatakan terinfeksi virus corona.
"Bagi yang dinyatakan reaktif atau positif berdasarkan rapid test, masih harus melanjutkan tes dengan metode swab menggunakan alat Polymerase Chain Reaction (PCR)," jelas Tulus.
Sebab, rapid test dilakukan hanya menggunakan spesimen darah untuk pengujian virus corona di tubuh seseorang.
"Sementara tes swab dites melalui PCR atau genome sequencing , dilakukan dengan menguji lendir dari tenggorokan, kerongkongan, atau hidung," pungkasnya. (RMI/RAC)
Masyarakat yang berpindah tempat tinggal belum tentu wajib mengganti alamat pada Kartu Tanda Penduduk elektronik (KTP-el) maupun Kartu Keluarga (KK).
TODAY TAGPara perumus kebijakan dengan visi menembus galaksi bimasakti menggagas kewajiban suci bagi seluruh dosen perguruan tinggi untuk memiliki kualifikasi akademik sekurang kurangnya strata tiga.
Ketua DPRD Kota Tangerang Rusdi meninggal dunia pada Minggu, 19Juli 2026. Kabar duka tersebut tersebar melalui pesan singkat WhatsApp serta akun-akun dinas di Kota Tangerang.
Kabar gembira bagi masyarakat yang tengah berburu hunian layak dan terjangkau di Banten. Kawasan kota mandiri terbaru, Hunian Warisan Bangsa (HWB) Serang kini hadir untuk menjawab kebutuhan tempat tinggal para pekerja
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews