Connect With Us

Rapid Test, 122 Orang di Tangsel  Positif Corona

Rachman Deniansyah | Sabtu, 2 Mei 2020 | 20:48

Seorang tim medis COVID-19 menggunakan alat pelindung diri (APD) di ruang pasien. (@TangerangNews2020 / Istimewa)

TANGERANGNEWS.com-Sebanyak 4.099 orang di Kota Tangsel telah menjalani tes cepat (rapid test) virus Corona. Hasilnya, 122 orang dinyatakan positif.

Juru bicara Gugus Tugas COVID-19 Kota Tangsel Tulus Muladiyono menjelaskan, berdasarkan hasil rapid test per tanggal 1 Mei 2020, terdapat 122 hasil reaktif, atau orang yang dinyatakan positif, 3.953 hasil negatif, dan 24 alat  invalid. Sementara, dari 5.611 alat yang tersedia, tersisa 1.512 alat tersebut.

"Rapid test ini dilakukan di rumah sakit, sebanyak 1.373 dengan persentase (kehadiran) sebesar 33,7 persen. Hasilnya, pasien negatif sebanyak 1.332 orang dan reaktif (dinyatakan positif) sebanyak 41 orang (33,6 persen). Sedangkan di Puskesmas sebanyak 2.045 dengan persentase 50,2 persen. Dengan hasilnya, negatif sebanyak 1.976 dan reaktif sebanyak 41," tutur Tulus dalam pernyataan resminya, Sabtu (2/5/2020).

Selain itu, rapid test juga dilaksanakan di Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) dan Dinas Kesehatan. 

"Untuk di Labkesda sebanyak 333 dengan persentase sebesar 8,2 persen dengan hasil negatif 333 dan reaktif 0 persen. Untuk di Dinkes sebanyak 324 dengan persentase sebanyak 8,0 persen. Dengan hasil negatif sebanyak 312 dan Reaktif sebanyak 12," ujar Tulus. 

"Total dari semua yang telah dijalani, terdapat sebanyak  4.075 (24 alat invalid) dengan persentase 100 persen. Dengan hasil negatif sebanyak 3.953 dan reaktif sebanyak 122," imbuhnya.

Selain itu, rapid test pun juga dilaksanakan oleh Provinsi Banten di sejumlah titik seperti di Pondok Aren. Di lokasi ini,  247 orang menjalani rapid test dengan hasil positif 1, negatif sebanyak 245, dan invalid 1. Untuk di Jombang ada sebanyak 331 tes, dengan hasil positif sebanyak 4 , negatif sebanyak 324, dan invalid sebanyak 3. 

Sementara itu, di Lengkong Gudang Timur sebanyak 252, dengan hasil positif 0, negatif 249, dan invalid sebanyak 3. 

"Di Pasar Serpong sebanyak 150 tes, dengan hasil negatif sebanyak 149, reaktif sebanyak 1, dan invalid 1. Untuk di Pasar Modern BSD yang telah dites sebanyak 350, dengan hasil negatif sebanyak  347, reaktif 0, dan invalid 3. Untuk di Pasar Modern Bintaro sebanyak 252 dengan hasil negatif sebanyak 247, reaktif sebanyak 5, dan invalid 0. Sedangkan di Pasar Ciputat sebanyak 226 tes, dengan hasil reaktif 0, negatif sebanyak 266, dan invalid 0," papar Tulus.

Hasil rapid test yang telah dijalani ini bukanlah hasil akhir. Karena, rapid test bukan penentu utama seseorang dinyatakan terinfeksi virus corona. 

"Bagi yang dinyatakan reaktif atau positif berdasarkan rapid test, masih harus melanjutkan tes dengan metode swab menggunakan alat Polymerase Chain Reaction (PCR)," jelas Tulus. 

Sebab, rapid test dilakukan hanya menggunakan spesimen darah untuk pengujian virus corona di tubuh seseorang. 

"Sementara tes swab dites melalui PCR atau genome sequencing , dilakukan dengan menguji lendir dari tenggorokan, kerongkongan, atau hidung," pungkasnya. (RMI/RAC)

AYO! TANGERANG CERDAS
Ratusan Siswa Ikuti Munsya 2026, Eks Menlu Hassan Wirajuda Dorong Generasi Muda Siap Bersaing 

Ratusan Siswa Ikuti Munsya 2026, Eks Menlu Hassan Wirajuda Dorong Generasi Muda Siap Bersaing 

Minggu, 1 November 2026 | 19:32

Ratusan siswa tingkat SD, SMP, hingga SMA mengikuti Model United Nations Syafana Islamic School (Munsya) 2026 yang digelar di Gedung Ade Kismantoro Secondary pada 31 Oktober hingga 1 November 2026.

OPINI
Membaca APBN dari Tubuh Perempuan

Membaca APBN dari Tubuh Perempuan

Senin, 2 November 2026 | 17:31

Perdebatan mengenai pajak pembalut sesungguhnya bukan sekadar persoalan berapa rupiah yang harus dibayarkan perempuan ketika membeli kebutuhan menstruasi. Di balik transaksi kecil di pasar dan toko kelontong itu tersimpan persoalan besar

NASIONAL
Polisi Selidiki Viral Teh Kemasan Berbusa yang Dibagikan ke Massa Aksi 28 Oktober

Polisi Selidiki Viral Teh Kemasan Berbusa yang Dibagikan ke Massa Aksi 28 Oktober

Kamis, 29 Oktober 2026 | 21:04

Polda Metro Jaya akan menyelidiki viralnya video teh kemasan berbusa yang beredar di media sosial setelah aksi penyampaian aspirasi pada 28 Oktober 2026.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill