Connect With Us

Longsor Sampah Cipeucang, Fraksi Gerindra-PAN Tangsel Bereaksi Keras

Rachman Deniansyah | Rabu, 27 Mei 2020 | 21:19

Tumpukkan sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Cipeucang mengalami longsor, Serpong, Tangerang Selatan, Jumat (22/5/2020). (TangerangNews / Rachman Deniansyah)

 

TANGERANGEWS.com-Insiden longsornya sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Cipeucang disorot Fraksi Gerindra-PAN Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Tangerang Selatan.

Longsor yang dipicu oleh jebolnya dinding penahan (sheet pile) tumpukan sampah yang menggunung tersebut terjadi pada Jumat (22/5/2020) lalu.

Dalam keterangan resminya, Wakil Ketua Fraksi Gerindra-PAN Abdul Rahman mengatakan bahwa pihaknya menduga terjadi penyelewengan dana atas pembangunan dinding penahan pada TPA Cipeucang tersebut.

Karena dinding penahan yang jebol itu  baru saja dibangun pada tahun anggaran 2019.

"Saya mencium aroma busuk dalam proyek pembangunan sheet pile ini, baunya melebihi sampah Cipeucang. Bagaimana mungkin bangunan seharga hampir Rp24 miliar, hancur dalam beberapa bulan, jelas ini ada yang tidak benar dalam pelaksanaannya," tegas Abdul Rahman, Rabu (27/5/2020).

Ia pun meminta kepada pihak berwajib untuk mengusut tuntas proyek pembangunan sheet pile tersebut.

"Patut diduga ada penyelewengan dalam proyek pembangunan ini, dan saya akan meminta pihak Kepolisian dan Kejaksaan Negeri Tangerang Selatan untuk melakukan penyelidikan dan apabila ada temuan awal bisa melanjutkan pada tahap penyidikan," tuturnya. 

"Bahkan karena ini sudah diangka miliaran, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bisa ambil penyelidikan kasus ini," sambungnya. 

Ia juga mengatakan, longsornya sheet pile itu, memperlihatkan bahwa tata kelola pemerintahan Tangerang Selatan semakin kacau. 

"Kita sangat malu kepada Pemerintah Kabupaten Tangerang karena telah mengimpor bau sampah, dan sekarang kita harus bertanggung jawab kepada masyarakat dan Pemerintah Kota Tangerang, karena sampah yang hanyut di Sungai Cisadane terbawa sampai daerah Kota Tangerang, tapi juga mengancam pasokan air bersih untuk masyarakat Kota Tangerang. Aparat penegak hukum harus segera melakukan langkah-langkah hukum," pungkasnya.(RMI/HRU)

KOTA TANGERANG
Waspada Macet! Rekayasa Lalu Lintas Dampak Perbaikan 4 Ruas Jalan Kota Tangerang Berlangsung 2 Bulan

Waspada Macet! Rekayasa Lalu Lintas Dampak Perbaikan 4 Ruas Jalan Kota Tangerang Berlangsung 2 Bulan

Senin, 10 Agustus 2026 | 17:27

Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang bersama Satlantas Polres Metro Tangerang Kota resmi memberlakukan skema rekayasa lalu lintas di empat ruas jalan utama mulai Senin, 10 Agustus 2026.

HIBURAN
Yamaha Fazzio Sunset Blue Bisa Didapat Gratis, Begini Cara Ikutan Giveaway-nya

Yamaha Fazzio Sunset Blue Bisa Didapat Gratis, Begini Cara Ikutan Giveaway-nya

Sabtu, 8 Agustus 2026 | 19:30

Yamaha Indonesia menggelar giveaway berhadiah satu unit Yamaha Fazzio Special Edition Sunset Blue dalam rangka menyambut momen kembali ke sekolah.

OPINI
Cara Islam Memberantas Korupsi

Cara Islam Memberantas Korupsi

Senin, 27 Juli 2026 | 20:32

Kasus megakorupsi yang merugikan negara terus terjadi, seolah tidak memiliki solusi yang pas, walaupun telah dibentuk lembaga untuk memberantas kasus korupsi ini, yaitu KPK. Namun kasus korupsi terus berulang dengan nilai yang sangat fantastis.

AYO! TANGERANG CERDAS
7 Sekolah Swasta Mundur dari Program Sekolah Gratis, DPRD Minta Pemprov Carikan Solusi untuk Siswa

7 Sekolah Swasta Mundur dari Program Sekolah Gratis, DPRD Minta Pemprov Carikan Solusi untuk Siswa

Selasa, 28 Juli 2026 | 14:04

Sekretaris Komisi V DPRD Provinsi Banten, Rifky Hermansyah, meminta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Provinsi Banten menjamin hak siswa yang terdampak setelah tujuh SMA swasta mengundurkan diri dari Program Sekolah Gratis.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill