Connect With Us

TPA Cipeucang Longsor, Warga Pesona Serpong Was-was

Rachman Deniansyah | Jumat, 22 Mei 2020 | 22:54

Umi dan Geri, warga Perumahan Pesona Serpong mengungkapkan rasa khawatirnya akibat longsor sampah di TPA Cipeucang, Jumat (22/5/2020). (@TangerangNews / Rachman Deniansyah)

TANGERANGNEWS.com-Longsor Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sampah Cipeucang jelang Idul Fitri 1441 Hijriah membuat khawatir warga di Perumahan Pesona Serpong, Tangsel.

Warga dihantui kekhawatiran karena lokasi perumahan meraka tak jauh dari bantaran Sungai Cisadane. Sementara, lingkungan pemukiman mereka kerap terendam banjir akibat luapan air dari Cisasane.

Dengan tumpahnya sekitar 100 ton sampah ke badan sungai, warga semakin merasa khawatir, karena saat ini Tangsel kerap diguyur hujan, atau terjadi hujan di hulu Sungai Cisadane di Bogor.

"Sangat khawatir pemukiman kami takut kembali banjir. Terlebih sampah tumpah ke sungai. Enggak mungkin bisa tidur nih kalau kondisinya begini," ungkap Umi, Ketua RW 08 Perumahan Pesona Serpong, Jumat (22/5/2020).

Rasa khawatir itu mulai dirasakan warga saat longsor sampah tersebut terjadi pada pagi tadi. 

"Tadi subuh, sekitar jam 04.30 WIB saja, air sempat naik ke empang di (perumahan) pesona," kata Umi sambil menunjuk lokasi yang dimaksudnya. 

Hal senada juga diungkapkan warga lainnya, Geri. Menurutnya, bila sampah itu tak cepat dievakuasi, maka peluang terjadinya banjir sangat besar. 

Ditambah, hujan dengan curah tinggi kerap mengguyur kawasan tersebut beberapa hari terakhir.

"Yang kami khawatirakan ada air kiriman dari Bogor. Dua hari yang lalu air dari Bogor itu lumayan deras. Tapi kalau tanggul sampah jebol seperti ini kemungkinan kita akan banjir," ujarnya. (RMI/RAC)

TANGSEL
75 Anak Keluarga Prasejahtera di Kawasan BSD Lulus Program PASP Do & Learn

75 Anak Keluarga Prasejahtera di Kawasan BSD Lulus Program PASP Do & Learn

Selasa, 30 Juni 2026 | 16:43

Sebanyak 75 anak usia dini dari keluarga berpenghasilan rendah di kawasan BSD City dan sekitarnya resmi dinyatakan lulus dari program Pembinaan Anak Usia Dini dan Parenting (PASP) Do & Learn Angkatan XII.

NASIONAL
Tarif Listrik Juli-September 2026 Dipastikan Tidak Naik, Berlaku Subsidi dan Nonsubsidi

Tarif Listrik Juli-September 2026 Dipastikan Tidak Naik, Berlaku Subsidi dan Nonsubsidi

Rabu, 1 Juli 2026 | 11:15

Pemerintah memastikan tarif listrik untuk periode Juli hingga September 2026 tidak mengalami kenaikan, baik bagi pelanggan nonsubsidi maupun pelanggan yang masih menerima subsidi listrik.

MANCANEGARA
Malaysia Pangkas Harga Solar Jadi Rp9.000-an per Liter, Ini Alasan di Baliknya

Malaysia Pangkas Harga Solar Jadi Rp9.000-an per Liter, Ini Alasan di Baliknya

Selasa, 23 Juni 2026 | 11:51

Pemerintah Malaysia memutuskan menurunkan harga solar menjadi 2,10 ringgit Malaysia atau sekitar Rp9.061 per liter mulai Juli 2026.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill