Connect With Us

JPTS : Waspadai Money Politik

| Minggu, 15 Agustus 2010 | 23:15

Anggota KPUD Tangsel saat dilantik di Puspem Kota Tangsel. (tangerangnews / dira)

TANGERANGNEWS-Jaringan Pemilih Tangerang Selatan (JPTS) memprediksi, pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) rawan terjadi korupsi politik. Baik itu pemilihan kepala daerah gubenur, wali kota, legislative maupun presiden.
 
Salah satunya praktik politik uang (Money poltic), menurut Burhanuddin Muhtadi saat ditemui di Hotel Santika BSD Kota Tangsel, mengatakan, politik uang merupakan salah satu modus kegiatan kecurangan yang dilakukan tim sukses maupun oknum lainnya.
 
Tidak meampik banyak modus yang bisa dilakukan kandidat untuk melakukan kecurangan. “Untuk itu, selama kampanye, Panwas lebih fokus melakukan pengawasan terhadap kegiatan atau tindakan yang berpotensi masuk pada pelanggaran pidana Pemilu,” katanya
 
Menurut Nuhtadi, yang menjadi prioritas pengawasan tersebut, yakni praktik politik uang, kampanye negatif, intimidasi dan kampanye hitam, serta pemanfaatan fasilitas dan anggaran pemerintah (negara).
 
Dia mengaku sudah merancang strategi khusus untuk mengawasi modus-modus kecurangan yang dilakukan oknum tertentu selama kegiatan kampanye pemilihan wali Kota Tangsel.
 
“Kita sudah menginstruksikan semua pengawas dari JPTS untuk membuat kontrak kerja dengan bakal calon wali kota selama kegiatan kampanye,” katanya.
   
Lebih lanjut ia menambahkan, JPTS akan melakukan upaya persuasif dengan mengirimkan surat kepada semua kandidat, dan Panwas untuk pro aktif melakukan pertemuan dengan kepala daerah dan  melakukan koordinasi selama kegiatan kampanye.
 
Disinggung tentang sanksi yang diberikan ia mengatakan, modus kecurangan yang kemungkinan dilakukan para kandidat dalam Pemilukada mendatang, di antaranya politik uang, membayar penyelenggara Pemilu agar melakukan manipulasi data pemilih, dan suara hasil pemilihan mulai dari KPPS dan  PPK.
 
“Selain itu memobilisasi PNS menjadi tim sukses, dan intimidasi pemilih. Terakhir, potensi kecurangan memanipulasi dan mempublikasi hasil survei tanpa menyebut nama lembaga dan penyelenggara survei,” katanya.
 
Ia menambahkan kecurangan itu dilakukan oleh kandidat yang tidak pede, lemah dalam sosialisasi, tapi punya finansial kuat dan punya nafsu memenangkan Pemilukada dengan menghalalkan segala cara.  
 
“Kecurangan  tersebut, kata dia, dapat diminimalisir jika Panwas bekerja dengan tegas,” tandasnya.  (deddy)
 
MANCANEGARA
Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Selasa, 14 Juli 2026 | 13:48

Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut

WISATA
PLN Sulap Potensi Desa Bandung Pandeglang Jadi Wisata Ramah Lingkungan 

PLN Sulap Potensi Desa Bandung Pandeglang Jadi Wisata Ramah Lingkungan 

Kamis, 3 September 2026 | 10:45

PLN Group mengembangkan Desa Bandung, Kecamatan Banjar, Kabupaten Pandeglang, Banten, menjadi kawasan wisata berbasis energi bersih melalui Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Desa Berdaya Eco-Wisata SiNyonya.

AYO! TANGERANG CERDAS
Menkeu Suahasil Sebut Rencana Pendidikan Gratis SD hingga Perguruan Tinggi Belum Punya Anggaran Khusus

Menkeu Suahasil Sebut Rencana Pendidikan Gratis SD hingga Perguruan Tinggi Belum Punya Anggaran Khusus

Jumat, 25 September 2026 | 10:54

Rencana pemerintah menggratiskan biaya pendidikan negeri dari jenjang sekolah dasar hingga perguruan tinggi masih dalam tahap penyusunan.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill