Connect With Us

Mahasiswa "Duduki" Gedung Wakil Rakyat Tangsel

Rachman Deniansyah | Kamis, 8 Oktober 2020 | 16:19

Ratusan massa aksi mahasiswa yang tergabung dalam kelompok Cipayung Plus berhasil masuk menduduki Gedung Dewan Pimpinan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Tangerang Selatan, Kamis (8/10/2020). (TangerangNews.com / Rachman Deniansyah)

TANGERANGNEWS.com-Ratusan massa aksi mahasiswa yang tergabung dalam kelompok Cipayung Plus berhasil masuk menduduki Gedung Dewan Pimpinan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Tangerang Selatan, Kamis (8/10/2020).

Mereka masuk ke dalam area Gedung Wakil Rakyat itu atas izin dari Ketua DPRD Tangsel Abdul Rasyid yang sempat bergabung bersama para demonstran. 

"Inilah taman aspirasi rakyat, silahkan masuk dan berkumpul menyuarakan aspirasi. Dengan catatan, kondisi harus tetap kondusif. Selesai menyampaikan tuntutan, kita keluar dengan damai," ujar Rasyid di atas mobil komando.

Ratusan massa aksi mahasiswa yang tergabung dalam kelompok Cipayung Plus berhasil masuk menduduki Gedung Dewan Pimpinan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Tangerang Selatan, Kamis (8/10/2020).

Ratusan massa demonstran dari berbagai perwakilan organisasi kemahasiswaan itu pun masuk ke dalam halaman Gedung DPRD Tangsel.

Mereka duduk teratur sambil sesekali menyanyikan lagu perjuangan mahasiswa dan berorasi.

Ratusan massa aksi mahasiswa yang tergabung dalam kelompok Cipayung Plus berhasil masuk menduduki Gedung Dewan Pimpinan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Tangerang Selatan, Kamis (8/10/2020).

Namun di sisi lain, para pimpinan organisasi berdiskusi membahas tuntutannya bersama para pimpinan wakil rakyat.

Meski berjalan cukup alot, diskusi antar pimpinan organisasi dan wakil rakyat itu mencapai kesepakatan. 

Para mahasiswa menuntut agar DPRD Tangsel dapat menandatangani dan meneruskan perjuangan sembilan poin tuntutan terkait penolakan terhadap UU Cipta Kerja. (RMI/RAC)

 
 
 
View this post on Instagram
 
 

Nyaris Ricuh, Kantor DPRD Tangsel Dikepung Mahasiswa Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Tangerang Selatan dikepung ratusan mahasiswa yang tergabung dalam kelompok Cipayung Plus, Kamis (8/10/2020). Ratusan mahasiswa tersebut berasal dari sejumlah organisasi, seperti PMII, HMI, KAMMI, GMNI, SEMMI, IMM, dan Hikmahbudhi. Tiba sekitar pukul 13.30 WIB, ratusan mahasiswa tersebut langsung merapatkan barisan dan mulai menyuarakan tuntutannya. Dipimpin oleh mobil komando, ratusan mahasiswa perlahan mulai mendekat ke arah gerbang Gedung DPRD Tangsel. Sesekali terdengar terdengar menyanyikan lagu-lagu perjuangan dan menyerukan sumpah mahasiswa. Sementara dari mobil komando, salah satu pemimpin aksi menuntut untuk bertemu oleh para pimpinan DPRD Tangsel. "Kami ingin bertemu oleh Ketua dan Wakil Rakyat kami. Jika tidak, kami akan terus bertahan dan duduk di sini (Gedung DPRD Tangsel)," ujar salah satu pemimpin aksi. Saat ini, mereka masih tertahan di luar gerbang gedung DPRD Tangsel. Mereka pun memaksa masuk hingga kericuhan hampir terjadi.

A post shared by TangerangNews (@tangerangnewscom) on

TANGSEL
Skema Sewa Kendaraan Dinas Pemkot Tangsel Dinilai Lebih Hemat Anggaran daripada Beli

Skema Sewa Kendaraan Dinas Pemkot Tangsel Dinilai Lebih Hemat Anggaran daripada Beli

Selasa, 14 Juli 2026 | 18:48

Langkah Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang Selatan (Tangsel) yang mengalokasikan anggaran untuk menyewa kendaraan dinas pada tahun 2026 dinilai sebagai langkah strategis dalam efisiensi fiskal yang pragmatis.

PROPERTI
Hunian Bergaya American Classic Klaster Mimosa Diluncurkan, Harganya Mulai Rp1,6 M

Hunian Bergaya American Classic Klaster Mimosa Diluncurkan, Harganya Mulai Rp1,6 M

Jumat, 10 Juli 2026 | 18:24

Paramount Petals meluncurkan Mimosa, klaster hunian terbaru bergaya American Classic yang menjadi proyek residensial kelima di kawasan kota mandiri tersebut.

NASIONAL
Pupuk hingga Beras Jadi Produk Terlaris di Kopdes Merah Putih

Pupuk hingga Beras Jadi Produk Terlaris di Kopdes Merah Putih

Selasa, 14 Juli 2026 | 13:40

Sejumlah komoditas pertanian dan kebutuhan pokok masyarakat menjadi barang yang paling banyak dibeli melalui jaringan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) sepanjang 2026.

MANCANEGARA
Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Selasa, 14 Juli 2026 | 13:48

Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill