KH Ahmad Fudholi Meninggal Dunia Usai Jalani Perawatan Akibat Kecelakaan
Senin, 7 September 2026 | 15:29
Ulama kondang asal Kabupaten Tangerang KH. Ahmad Fudholi meninggal dunia setelah menjalani perawatan pascakecelakaan di Tol Tangerang-Merak.
TANGERANGNEWS.com-Pandemi COVID-19 yang telah melanda sejak Maret lalu telah membuat banyak warga Tangerang Selatan yang kehilangan pekerjaannya usai menjadi korban Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) oleh perusahaan.
Karenanya, Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) pun meningkat.
"Sebelum adanya COVID-19, Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah mendata terdapat sekitar 36 ribu. Tapi sekarang karena pandemi, jumlahnya diprediksi telah bertambah," jelas Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Kota Tangerang Selatan, Deden Deni di ruangannya, Kamis (22/10/2020).
Deden menjelaskan, pertumbuhan jumlah UMKM tersebut dipicu lantaran banyak korban PHK yang beralih profesi.
"Jadi banyak korban PHK yang beralih menjadi pelaku UMKM. Ini mempengaruhi hingga angkanya bertambah," katanya.
"Kemarin saya diskusi dengan para pelaku UMKM. Memang salah satu trennya korban PHK itu beralih menjadi pelaku UMKM," imbuhnya.
Meski demikian saat ini Deden belum dapat memastikan besaran pertumbuhan pelaku usaha tersebut.
"Karena memang dinamis sekali. Untuk updatenya belum kita pastikan. Untuk jenis usahanya beragam, paling banyak itu di bidang kuliner," pungkasnya. (RED/RAC)
Ulama kondang asal Kabupaten Tangerang KH. Ahmad Fudholi meninggal dunia setelah menjalani perawatan pascakecelakaan di Tol Tangerang-Merak.
TODAY TAGPresiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal menilai kenaikan upah minimum bukan penyebab utama penutupan pabrik dan pemutusan hubungan kerja (PHK) di Indonesia.
Kapolda Banten Irjen Pol. Hendra Kurniawan membuka akses nomor pribadinya, yakni 0811-1123-9696 bagi masyarakat yang ingin menyampaikan pengaduan terkait keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas)
Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews