Connect With Us

Dirawat di RLC Tangsel, Ibu Hamil & Balita Afganistan Sembuh

Rachman Deniansyah | Selasa, 17 November 2020 | 21:24

Koordinator Rumah Lawan COVID-19 Tangsel Suhara Manullang saat menyerahkan surat dinyatakan sembuh kepada seorang ibu hamil dan balita asal Afganistan di Rumah Lawan COVID-19 (RLC), Ciater, Serpong, Tangerang Selatan, Selasa (17/11/2020). (@TangerangNews / Rachman Deniansyah)

TANGERANGNEWS.com-Seorang ibu hamil dan balita asal Afganistan yang terjangkit COVID-19, kini telah dinyatakan sembuh usai dirawat di Rumah Lawan COVID-19 (RLC), Ciater, Serpong, Tangerang Selatan, Selasa (17/11/2020). 

Humaira Qasimi, ibu hamil beserta satu balitanya itu dinyatakan sembuh usai menjalani karantina selama tujuh hari di tempat penampungannya, empat hari di Rumah Lawan COVID-19 Tangsel. 

Kepada Tangerangnews, Humaira mengungkapkan, bahwa dirinya merasa senang lantaran kini telah diperbolehkan pulang. 

"Ya tentu saya sangat senang. Saya bisa melihat kembali keluarga saya. Saya senang, saya dan anak saya sekarang baik-baik saja," ungkap Humaira usai ditemui.

Meski terkendala dengan bahasa, ia mampu menjalani masa karantina dengan cepat. Ia bersyukur dapat dirawat dengan sangat baik di Rumah Lawan COVID-19 Tangsel. 

"Pengalaman saya dirawat di sini (RLC) ya sangat baik dan menyenangkan. Para dokter memberikan vitamin untuk saya, saya ditempatkan di ruangan yang bagus, dan ada juga dokter spesialis yang selalu mengecek kesehatan saya dan anak saya setiap waktu," ujar perempuan yang tengah mengandung selama 25 minggu tersebut.

"Saya senang, karena orang-orang di sini merawat saya sampai saya baik dan sehat. Anak saya juga baik dan sehat," imbuhnya.

Sementara itu Koordinator Rumah Lawan COVID-19 Tangsel Suhara Manullang menjelaskan, kedua warga negara asing (WNA) itu diduga tertular COVID-19 saat berada di penampungannya yang berlokasi di wilayah Kelurahan Pisangan, Kecamatan Ciputat Timur, Tangsel. 

Keduanya dinyatakan positif usai dilakukan penelusuran (tracking) atas adanya seorang WNA yang lebih dulu dinyatakan positif. 

"Itu adalah klaster kedua, setelah ada yang ketahuan positif kemudian di-tracking, dan dari hasil rapid ada 76 orang yang reaktif. Dilanjutkan swab ada 24 positif. Dua diantaranya, yaitu ibu hamil dan anaknya tersebut," jelas Suhara. 

Atas hal itu, puluhan WNA yang positif itu dirujuk ke Wisma Atlet, Jakarta.

"Nah saat dirujuk ke Wisma Atlet, di sana diperiksa dan nyatanya tidak memungkinkan di sana untuk merawat ibu hamil dan anaknya itu. Karena di sana tidak ada kebidanan. Kemudian kami terima di RLC, karena di sini ada jalur untuk dokter anak, kebidanan di RSU," tuturnya. 

Atas kepulangan dua WNA tersebut, saat ini RLC telah berhasil memulangkan pasien sebanyak 789 pasien yang telah dinyatakan sembuh. 

"Saat ini yang masih dirawat di RLC terdapat 54 pasien, diantaranya 30 pasien laki-laki yang terkonfirmasi positif, dan 20 lainnya pasien perempuan yang terkonfirmasi positif," pungkasnya. (RED/RAC)

TOKOH
Richard Lee Siap Buka Seluruh Fakta, Tantang Doktif Hadir ke Persidangan

Richard Lee Siap Buka Seluruh Fakta, Tantang Doktif Hadir ke Persidangan

Kamis, 30 Juli 2026 | 14:28

Richard Lee menantang Samira Farahnaz alias Doktif untuk hadir dalam sidang kasus dugaan pelanggaran perlindungan konsumen yang menjerat dirinya sebagai terdakwa.

MANCANEGARA
Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Selasa, 14 Juli 2026 | 13:48

Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut

OPINI
Cara Islam Memberantas Korupsi

Cara Islam Memberantas Korupsi

Senin, 27 Juli 2026 | 20:32

Kasus megakorupsi yang merugikan negara terus terjadi, seolah tidak memiliki solusi yang pas, walaupun telah dibentuk lembaga untuk memberantas kasus korupsi ini, yaitu KPK. Namun kasus korupsi terus berulang dengan nilai yang sangat fantastis.

NASIONAL
Menaker Tegaskan AI Bukan Penyebab Utama PHK

Menaker Tegaskan AI Bukan Penyebab Utama PHK

Selasa, 28 Juli 2026 | 20:15

Perkembangan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence /AI) kerap dianggap sebagai ancaman hilangnya lapangan pekerjaan.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill