Pasangan calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tangerang Selatan Benyamin Davnie-Pilar Saga Ichsan beserta Tim pemenangannya. (TangerangNews / Rachman Deniansyah)
TANGERANGNEWS.com-Benyamin Davnie calon wali kota Tangerang Selatan (Tangsel) menang sebanyak tiga kali berturut-turut di Pilkada Tangsel.
Seperti diketahui, pria yang akrab disapa Bang Ben itu juga telah menjabat sebagai Wakil Wali Kota Tangsel, mendampingi Airin Rachmi Diany dalam dua perhelatan Pilkada sebelumnya.
"Alhamdulillah bisa hattrick, saya hanya dapat bersyukur kepada Allah," ungkap Bang Ben saat merayakan klaim kemenangannya di Posko Pemenangan Ben-Pilar, Jalan Villa Melati Mas, Serpong Utara, Tangsel, Rabu (9/12/2020).
Dalam euforia kemenangannya itu, Bang Ben justru memberikan pesan bagi kedua pasangan calon yang menjadi rivalnya itu.
Benyamin mengungkapkan, bahwa kedua rivalnya tersebut telah berjuang bersama demi kemajuan kota termuda se-Banten itu.
"Khusus untuk Pak Muhamad dan Bu Rahayu Saraswati serta kepada Ibu Siti Nur Azizah dan Bapak Ruhammaben, saya ucapkan terima kasih atas kebersamaan kita di perhelatan Pilkada Tangsel sampai dengan hari ini," ungkap Ben.
Ia juga memuji seluruh program serta ide dari kedua rivalnya tersebut.
"Izinkan kami mengimplementasi itu karena kami yakin itu adalah hasil proses pemikiran yang sangat mendalam. Sambil saya mengajak untuk mensejahterakan masyarakat Tangsel," tuturnya.
Dia berharap tidak ada yang menjadikan ajang Pilkada menjadi sesuatu yang dapat mencerai beraikan masyarakat.
“Jangan biarkan ada yang mengakitbatkan masyarakat kita tercedarai. Tangsel rumah kita bersama dan ke depan kita menetap di Tangsel. Mari wujudkan Tangsel yang unggul, saling terkoneksi bersama Ben-Pilar," pungkasnya.
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten menyatakan ketersediaan energi listrik di wilayahnya saat ini berada dalam kondisi surplus sebesar 30 persen dari total kapasitas daya tampung pemakaian.
Kasus megakorupsi yang merugikan negara terus terjadi, seolah tidak memiliki solusi yang pas, walaupun telah dibentuk lembaga untuk memberantas kasus korupsi ini, yaitu KPK. Namun kasus korupsi terus berulang dengan nilai yang sangat fantastis.
Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut
""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""