Aplikasi Bantu Cari Jadi Solusi Digital Lacak Barang hingga Orang Hilang
Jumat, 9 Januari 2026 | 15:33
Kehilangan barang, hewan peliharaan, hingga anggota keluarga kini tak lagi harus dihadapi sendirian.
TANGERANGNEWS.com-Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Tangerang Selatan, Bambang Dwitoro telah menghembuskan nafas terakhirnya usai menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Sari Asih Ciputat, Tangsel, Sabtu (12/12/2020) sekitar pukul 03.40 WIB.
Almarhum yang sebelumnya dinyatakan terpapar COVID-19 itu pun langsung dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Jombang, Ciputat, Tangsel.
Sementara itu, rumah duka almarhum yang terletak di Jalan Menjangan 3 A, Pondok Ranji, Ciputat Timur, Tangsel, sontak langsung dipadati para pelayat.

Ditemui di lokasi, Ketua Rukun Tetangga (RT) 1 RW 3, Asmui menuturkan bahwa semasa hidupnya, almarhun dikenal sebagai sosok yang ramah dan baik.
"Luar biasa di lingkungan baik banget orangnya, ramah betul. Orangnya diam enggak banyak bicara, baik betul pokoknya, Alhamdulillah," tutur Asmui, Sabtu (12/12/2020).
Kepada awak media, Asmui mengungkapkan, dirinya sangat terkejut saat mendengar kabar duka tersebut.
Terlebih, Pimpinan KPU wafat tepat sehari sebelum hari ulang tahunnya yang jatuh pada hari Minggu (13/12/2020).
"Bahkan besok pagi tanggal 13, (Almarhum) ulang tahun ke-41, jadi lahirnya tanggal 13 bulan 12 tahun 1979," tuturnya.
Senada dengannya, Komisioner KPU Ajat Sudrajat juga menyebut bahwa almarhum merupakan pribadi yang baik. Keuletan bekerjanya, menjadi contoh para staf dan rekan kerjanya di KPU.
"Ya Alhamdulillah, luar biasa beliau itu orang yang baik. Beliau itu memang pekerja keras, teliti. Beliau sosok pemimpin yang sangat baik," kata Ajat kepada Tangerangnews.
Diketahui, almarhum meninggalkan satu istri dan dua orang anak.
Kehilangan barang, hewan peliharaan, hingga anggota keluarga kini tak lagi harus dihadapi sendirian.
TODAY TAGWarga Kelurahan Pasir Jaya, Kecamatan Jatiuwung, Kota Tangerang kini dapat bernapas lega. Jalan Kopi yang selama bertahun-tahun rusak, kini telah berubah menjadi jalan beton yang kokoh.
Musisi asal Gunung Kawi, Matoha Mino, merilis lagu berjudul Gunung Kawi sebagai bentuk respons terhadap persepsi yang menurutnya keliru dan telah lama berkembang di masyarakat terkait stigma tentang Gunung Kawi
Masih berani melawan arah demi menghemat waktu beberapa menit? Sebaiknya pikirkan berkali-kali. Selain mempertaruhkan nyawa, tindakan ceroboh ini bisa menyeret Anda ke balik jeruji besi hingga 5 tahun penjara.
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews