Connect With Us

Kampung Tangguh di Serpong Tangerang Selatan Terbukti Ampuh Tekan COVID-19

Rachman Deniansyah | Selasa, 19 Januari 2021 | 17:36

Kapolsek Serpong Kompol Supriyanto bersama rombongannya saat meninjau Kampung Tangguh Jaya di wilayah Serpong. (TangerangNews / Rachman Deniansyah)

 

TANGERANGNEWS.com-Angka penyebaran COVID-19 di Kota Tangerang Selatan terus mengalami lonjakan. Salah satunya, seperti yang terjadi di wilayah Serpong, Tangerang Selatan.

 

Terhitung sejak Maret 2020 silam, terdapat sebaran kasus yang cukup tinggi di wilayah Serpong, Tangerang Selatan. 

Tercatat, terdapat 358 kasus kontak erat, 255 kasus suspect, 166 total kasus positif dengan rata-rata 17 kasus perbulannya, sembuh 108 orang, dan meninggal dunia mencapai tujuh orang.

 

Kapolsek Serpong Kompol Supriyanto memaparkan dari total delapan RW yang ada di Serpong, penyebaran kasus tertinggi terdapat di RW 02. 

Menurutnya, ada beberapa faktor yang mempengaruhi kondisi tersebut. Salah satunya, yakni pemukiman yang padat penduduk, serta akses pintu masuk yang cukup banyak.

 

"Kemudian yang utama, yaitu kurangnya kesadaran warga dalam menerapkan Pola Hidup Bersih Sehat (PHBS) dan Prokes (Protokol Kesehatan) COVID-19," jelas Anto kepada Tangerangnews.com, Selasa (19/1/2021).

Khusus di RW 02, sejak Maret hingga Desember 2020 tercatat terdapat sebanyak 38 warga yang terkonfirmasi Positif COVID-19. 

 

Kemudian terdapat juga empat warga yang meninggal, 26 orang sembuh, dan delapan pasien isolasi mandiri.

 

Atas kondisi itu, Kapolsek mengatakan, maka diputuskan untuk didirikannya Kampung Tangguh Jaya di lokasi tersebut, sejak 8 Desember lalu.

 

Terbukti, sejak didirikan kasus penyebaran COVID-19 mulai turun secara signifikan. 

 

Pada akhir Desember 2020, tercatat hanya ada sebanyak 12 kasus positif, tanpa adanya kasus kematian. 

"Kemudian pada awal Januari 2021 sampai sekarang ini terus turun lagi setelah Kampung Tangguh didirikan. Terdapat 10 kasus positif, sembuh dua, isolasi mandiri delapan, dan Alhamdulillah tanpa angka kematian," sambungnya.

 

Pembuktian itu pun, ditegaskan Kapolsek, akan terus dijalankan hingga kasus penyebaran COVID-19 di wilayah Serpong dapat terkendali.

"Artinya Kampung Tangguh ini sangat efektif untuk menekan angka penyebaran COVID-19. Kami akan terus dirikan Kampung Tangguh sampai benar-benar wilayah Serpong ini zero COVID-19," tegasnya.

 

Dalam pendiriannya tersebut, Kampung Tangguh Jaya memiliki enam program utama.

 

Kapolsek menjelaskan program pertama, yaitu tangguh kesehatan, baik jasmani ataupun rohani dengan pelaksanaan protokol kesehatan di tempat ibadah.

 

"Kemudian dengan pendirian posko kesehatan dan perlengkapan medis, menggelar Rapid Test bagi warga dan tamu, serta tim pemulasaran jenazah. Terakhir sosialisasi bahaya COVID-19," tuturnya.

 

Selain itu juga ada program tangguh sosial dan ekonomi yang bertujuan untuk memperbaiki perekonomian warga.

 

"Kemudian adapula tangguh keamanan, tangguh edukasi, tangguh informasi dan kreatifitas. Terakhir, yakni tangguh demokrasi," pungkasnya.

BANDARA
Komisi VII DPR RI Tegur Pengelola Bandara Soekarno-Hatta Soal Banjir hingga Delay

Komisi VII DPR RI Tegur Pengelola Bandara Soekarno-Hatta Soal Banjir hingga Delay

Jumat, 16 Januari 2026 | 22:13

Komisi VII DPR RI memberikan teguran terkait masalah banjir, kemacetan hingga delay penerbangan di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Kota Tangerang. Masalah klasik ini dinilai dapat menghambat kemajuan pariwisata Indonesia.

TEKNO
Sikapi Ketidakpastian Ekonomi, Bibit.id: ORI029 Jadi Pilihan Investasi Aman

Sikapi Ketidakpastian Ekonomi, Bibit.id: ORI029 Jadi Pilihan Investasi Aman

Jumat, 30 Januari 2026 | 20:27

Pemerintah Indonesia baru saja menerbitkan Surat Berharga Negara (SBN) Ritel pertama di tahun 2026, yakni SBN seri ORI029 yang sudah bisa dibeli di aplikasi investasi Bibit.id, pada 26 Januari - 19 Februari 2026.

TOKOH
Innalillahi, Istri Pesulap Merah Marcel Radhival Meninggal Dunia

Innalillahi, Istri Pesulap Merah Marcel Radhival Meninggal Dunia

Selasa, 27 Januari 2026 | 15:05

Kabar duka datang dari pesulap Marcel Radhival atau yang lebih dikenal publik sebagai Pesulap Merah. Istri tercintanya, Tika Mega Lestari, dikabarkan meninggal dunia pada Selasa, 27 Januari 2026, dini hari.

MANCANEGARA
WEF Proyeksikan Badai PHK Berlanjut hingga 2030, Penyebabnya Gegara AI 

WEF Proyeksikan Badai PHK Berlanjut hingga 2030, Penyebabnya Gegara AI 

Kamis, 8 Januari 2026 | 13:17

Pergantian tahun belum membawa angin segar bagi pasar tenaga kerja global. Ancaman pemutusan hubungan kerja diperkirakan masih akan membayangi hingga beberapa tahun ke depan, bahkan berpotensi berlangsung sampai 2030.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill