Nikmati Kopi Sambil Merasakan Kehangatan Pelayanan Penyandang Disabilitas di Bisa Cafe Karawaci
Minggu, 26 Juli 2026 | 21:38
Menikmati secangkir kopi hangat kini tidak hanya sekadar soal rasa, tetapi juga tentang merayakan kesetaraan.
TANGERANGNEWS.com-Sebanyak 22 tenaga kesehatan (nakes) dan staf yang bertugas di Puskesmas Jombang, Ciputat, Tangerang Selatan dinyatakan positif COVID-19. Padahal sebagian sudah menjalani vaksinasi.
Kepala Puskesmas Jombang, Mulyadi saat dikonfirmasi awak media, Rabu (24/2/2021) membenarkan hal tersebut.
Puluhan orang tersebut, terdiri dari para tenaga kesehatan dan pelajar yang sedang menjalani praktik kerja lapangan (PKL).
"Staf saya 15 orang terpapar COVID-19 selama di rumah, dan siswa PKL sebanyak tujuh orang kita sudah pulangkan ke sekolahnya masing-masing untuk perawatan," ujar Mulyadi.
Mereka diketahui positif usai menjalani sejumlah rangkaian pemeriksaan COVID-19.
"Dari tiga hari yang lalu, sudah dua kali rapid test sama swab itu udah sama. Kemudian swab itu kan 10 hari keliatan," tuturnya.
Karennya puluhan staf beserta anak magang tersebut kini harus menjalani isolasi secara mandiri di kediamannya masing-masing.
Dari puluhan orang yang dinyatakan positif tersebut, Mulyadi mengatakan, terdapat sebagian nakes yang sudah menjalani penyuntikan vaksin.
"Yang terpapar COVID-19 (vaksinasi) yang pertama sudah semua. Dari 15 itu sebagian besar sudah vaksin. Tapi antibodinya belum terbentuk. Kan dari kedua itu, selama 28 hari baru terbentuk antibodinya. Vaksinasi kedua ini belum seminggu," jelas Mulyadi.
Meski demikian, Mulyadi menegaskan, bahwa pelayanan kesehatan di Puskesmas Jombang tetap berjalan.
Namun, tetap dibatasi dari pelayanan hari biasanya dengan menyesuaikan sumber daya manusia (SDM) yang tersedia. (RAZ/RAC)
Menikmati secangkir kopi hangat kini tidak hanya sekadar soal rasa, tetapi juga tentang merayakan kesetaraan.
TODAY TAGPemerintah Kabupaten Tangerang (Pemkab) Tangerang akan menindak tegas pelaku pembakaran sampah liar dengan menjerat hukuman penjara 6 bulan atau denda Rp50 Juta.
Sekretaris Komisi V DPRD Provinsi Banten, Rifky Hermansyah, meminta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Provinsi Banten menjamin hak siswa yang terdampak setelah tujuh SMA swasta mengundurkan diri dari Program Sekolah Gratis.
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten berencana menetapkan status siaga darurat bencana kekeringan, menyusul banyaknya kebakaran dan kekurangan air bersih akibat fenomena El Nino Godzilla yang melanda wilayah tersebut.
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews