Connect With Us

Fenomena Jalan Retak, Warga Cirendeu Gotong Royong Antisipasi Longsor

Rachman Deniansyah | Sabtu, 27 Februari 2021 | 15:02

Warga gotong royong membersihkan pohon-phon di Jalan Lembah 1 RT 4 RW 6, Cirendeu, Ciputat Timur, Tangerang Selatan yang mengalami keretakan akibat pergesaran tanah. (TangerangNews / Rachman Deniansyah)

 

TANGERANGNEWS.com-Sejak pagi hari, warga hingga Lurah terlihat saling bahu membahu membersihkan bantaran Kali Pesanggrahan yang berhimpitan langsung dengan permukiman warga Cirendeu, Ciputat Timur, Tangerang Selatan, Sabtu (27/2/2021). 

 

Aksi kompak yang diperlihatkan oleh warga dan pemimpin daerahnya tersebut dilakukan guna mengantisipasi terjadinya longsor dan pergeseran tanah susulan, yang sebelumnya baru saja terjadi di Jalan Lembah 1 RT 04 RW 06, Cirendeu, Ciputat Timur, Tangsel, Sabtu (20/2/2021) lalu. 

 

"Ini adalah tindaklanjut dari tragedi longsor dan jalan retak tanggal 20 hari Sabtu kemarin. Kami juga bersama dengan Dinas PU Tangsel yang saat ini sudah mulai action," ujar Lurah Cirendeu Win Fadlianta di lokasi. 

Untuk mengantisipasi terjadinya kembali kejadian serupa, saat ini ia bersama puluhan warga bergotong royong membersikan bantaran kali dari bambu yang tumbuh liar. 

 

"Sebagai tahap awal, nanti selanjutnya akan dibangun bronjong dan turap. Proses pengerjaannya paling lama satu bulan," kata Win. 

 

Pantauan TangerangNews.com, puluhan warga mulai dari pemuda hingga orangtua, beserta Lurah dan pekerja Dinas PU saling bahu membahu menebang pohon bambu yang tumbuh liar di tepi kali.

 

Diharapkan dengan tindakan cepat tersebut, tak ada lagi kejadian serupa yang terjadi. 

 

Untuk sementara ini, lokasi jalan yang retak akibat adanya pergeseran tanah tersebut, diberi tanda dengan alat seadanya. 

 

"Saya berterima kasih kepada PU Kota Tangsel dan semua masyarakat Kampung Baru. Masyarakat diimbau supaya memperhatikan pembatas yang telah dibuat secara sederhana," pungkasnya.

HIBURAN
Penggagas Soundtrack KKN di Desa Penari Ciptakan Lagu Tepis Stereotip Horor Gunung Kawi

Penggagas Soundtrack KKN di Desa Penari Ciptakan Lagu Tepis Stereotip Horor Gunung Kawi

Jumat, 9 Januari 2026 | 13:50

Musisi asal Gunung Kawi, Matoha Mino, merilis lagu berjudul Gunung Kawi sebagai bentuk respons terhadap persepsi yang menurutnya keliru dan telah lama berkembang di masyarakat terkait stigma tentang Gunung Kawi

TOKOH
Innalillahi, Epy Kusnandar ”Kang Mus” Meninggal Dunia

Innalillahi, Epy Kusnandar ”Kang Mus” Meninggal Dunia

Rabu, 3 Desember 2025 | 18:21

Kabar duka datang dari dunia hiburan Tanah Air. Aktor senior Epy Kusnandar meninggal dunia pada Rabu, 3 Desember 2025.Informasi tersebut pertama kali dibagikan melalui unggahan akun Instagram istrinya, Karina Ranau.

TEKNO
Digunakan Untuk Konten Tak Senonoh, Komdigi Blokir Sementara Grok AI

Digunakan Untuk Konten Tak Senonoh, Komdigi Blokir Sementara Grok AI

Senin, 12 Januari 2026 | 11:20

Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) resmi memutus sementara akses aplikasi chatbot berbasis kecerdasan artifisial (AI) Grok.

NASIONAL
Berkendara Lawan Arah Bisa Dipenjara 5 Tahun

Berkendara Lawan Arah Bisa Dipenjara 5 Tahun

Minggu, 11 Januari 2026 | 11:35

Masih berani melawan arah demi menghemat waktu beberapa menit? Sebaiknya pikirkan berkali-kali. Selain mempertaruhkan nyawa, tindakan ceroboh ini bisa menyeret Anda ke balik jeruji besi hingga 5 tahun penjara.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill