Bisa Beri Makan Hewan, Intip Keseruan Wahana OMD FARM di Mal Ciputra Tangerang
Senin, 2 November 2026 | 16:58
Mal Ciputra Tangerang menghadirkan pilihan rekreasi dan wahana edukasi yang berbeda bagi keluarga, yakni Old MacDonald’s Farm (OMD FARM).
TANGERANGNEWS.com-Larangan mudik lebaran pada 2021 yang jatuh di tengah Pandemi COVID-19 membuat sejumlah agen Perusahaan Otobus (PO) di Terminal Pondok Cabe, Pamulang, Tangerang Selatan, mengeluh dan tertunduk lesu.
Penantian akan datangnya penumpang secara berbondong-bondong, seperti yang dijumpai pada tahun-tahun sebelum COVID-19, kini tak kunjung tiba.
Imbas terhadap sektor transportasi ini berdampak begitu signifikan. Seperti yang dikeluhkan FX Sadino, 71, penjaga Agen PO Gunung Mulya, agen bus yang melayani perjalanan ke Jawa Tengah. "Ya merosot banget," ujar Sadino saat ditemui, Rabu (7/4/2021).
Perbandingan jumlah penumpang sebelum dan sesudah COVID-19 mewabah, berbeda sangat jauh. Hal itu juga, kata Sadino, tentu menyebabkan omzet perusahaan merosot begitu tajam.

"Ya kalau dilihat dari jumlah penumpang ya (menurun) jauh, dibanding sebelum (pandemi) COVID-19. Omzet pasti ya minim sekali. Turunnya sekitar 85 persen," katanya.
"Sedangnya penumpang, biasanya penuh sekarang paling bawa 15 orang," sambungnya.
Sadino menilai, seharusnya mudik tak perlu dilarang. Sebagai gantinya, protokol kesehatanlah yang harus ditekankan kepada para penumpang.
Pasalnya, kata Sadino, banyak masyarakat yang menjadikan mudik sebagai tradisi. Banyak orang yang sengaja menunggu momen mudik di setiap tahunnya. Terutama ketika bulan puasa dan menjelang lebaran.
"Ya sebenarnya kalau menurut saya pribadi, tidak harus dilarang tapi protokol kesehatan yang harus diterapkan. Prokesnya saja itu yang harus betul-betul diperketat, mudik jangan dilarang," pungkasnya. (RED/RAC)
Mal Ciputra Tangerang menghadirkan pilihan rekreasi dan wahana edukasi yang berbeda bagi keluarga, yakni Old MacDonald’s Farm (OMD FARM).
TODAY TAGTANGERANGNWS.com-Berkenalan dengan seorang wanita melalui media sosial Instagram justru berujung petaka bagi seorang mahasiswa di Kota Tangerang.
Puluhan pelatih cabang olahraga (Cabor) panahan berkuda atau horseback archery yang berasal dari 38 Provinsi di Indonesia mendapatkan training camp dari pelatih kepala Némethy Horseback Archery Academy di Hungaria, Christoph Némethy.
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews