Connect With Us

Duh! Pasar Tradisional di Tangerang Selatan Bakal Dibatasi 

Rachman Deniansyah | Rabu, 5 Mei 2021 | 17:27

Ilustrasi Pasar. (Istimewa / Istimewa)

TANGERANGNEWS.com-Pemerintah Kota Tangerang Selatan akan membatasi jumlah pengunjung pasar tradisional, menjelang perayaan lebaran 2021, yang tinggal menghitung hari. 

Hal itu dilakukan guna menghindari terjadinya kerumunan di tengah pandemi COVID-19. Mengingat bahwa pasar menjadi salah satu tempat yang biasa menjadi tujuan masyarakat dalam memenuhi kebutuhan persiapan lebaran. 

Nantinya, kegiatan di pasar itu pun akan diawasi secara ketat oleh jajaran Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP). 

"Tentu saja pertama dari Satpol PP, Dishub harus terjun langsung. Untuk melalukan pengawasan di titik-titik kerumunan masa, terutama pasar," ujar Wakil Wali Kota Tangsel Pilar Saga Ichsan, Rabu (5/5/2021).

Guna mencegah klaster penularan di pasar, Pilar mengatakan, pihaknya juga telah memetakan seluruh pasar yang berada di wilayahnya.

"Kita akan bekerja sama dengan pihak pengelola pasar untuk mematuhi jam operasional dan membatasi masyarakat sesuai kapasitas pasar tersebut. Kapasitas tentunya 50%," tuturnya.

Ketua Fraksi Partai Demokrat DPRD Kota Tangsel, Rizki Jonis dengan tegas meminta masyarakat untuk patuh dengan ketentuan tersebut. 

Sebab, semata-mata hal itu hanyalah untuk keselamatan masyarakat Tangsel dan menekan kasus penyebaran kasus COVID-19. 

“Apa salahnya kita ikuti dan patuh sama aturan yang sudah ada? Ini kan demi keselamatan kita, dan dengan patuhi aturan ini maka kita akan lebih cepat terbebas dari wabah ini,” ujar Rizki.

Sebab, kata Rizki, kebiasaan masyarakat berkunjung ke pasar menjelang lebaran, kini seolah sudah menjadi tradisi. 

“Kami di DPRD jelas sangat khawatir. Dan kami telah koordinasi dengan pemerintah, dinas terkait juga sudah lakukan pemetaan, dan perketat penjagaan. Jadi tinggal bagaimana masyarakatnya saja nih yang harus patuh. Jangan sampai nanti ketika lonjakan kasus COVID-19 tinggi, tiba-tiba saja kita menyalahkan pemerintah Sementara kepatuhan kita kurang,” pungkasnya. (RED/RAC)

KAB. TANGERANG
Sarang Obat Keras Digerebek di Kosambi Tangerang, Polisi Sita 239 Butir

Sarang Obat Keras Digerebek di Kosambi Tangerang, Polisi Sita 239 Butir

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:17

Unit Reskrim Polsek Teluknaga menggerebek lokasi penjualan obat-obatan keras tanpa izin di kawasan Kampung Pojok, Desa Kosambi Timur, Kecamatan Kosambi, Kabupaten Tangerang.

TOKOH
KH Ahmad Fudholi Meninggal Dunia Usai Jalani Perawatan Akibat Kecelakaan

KH Ahmad Fudholi Meninggal Dunia Usai Jalani Perawatan Akibat Kecelakaan

Senin, 7 September 2026 | 15:29

‎Ulama kondang asal Kabupaten Tangerang KH. Ahmad Fudholi meninggal dunia setelah menjalani perawatan pascakecelakaan di Tol Tangerang-Merak.

OPINI
Korupsi dan Politik Pilih-Pilih Standar Global

Korupsi dan Politik Pilih-Pilih Standar Global

Jumat, 23 Oktober 2026 | 19:42

Wacana redefinisi korupsi yang dilemparkan oleh Dewan Ekonomi Nasional (DEN) memicu kegaduhan baru di ruang publik. Pemerintah mengusulkan agar penegakan hukum tindak pidana korupsi bergeser mengikuti standar global

BISNIS
Solusi Nikah Praktis, Ruang Mula di Tangerang Tawarkan Paket Intimate Wedding Mulai Rp40 Jutaan

Solusi Nikah Praktis, Ruang Mula di Tangerang Tawarkan Paket Intimate Wedding Mulai Rp40 Jutaan

Kamis, 29 Oktober 2026 | 21:38

Industri pernikahan di Kota Tangerang kembali diramaikan dengan hadirnya venue pernikahan anyar.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill