Cuaca Panas, Lima Kebakaran Terjadi di Kota Tangerang dalam Sehari
Senin, 14 September 2026 | 17:13
Kondisi cuaca panas dengan suhu mencapai 35 derajat Celsius dan kecepatan angin hingga 45 kilometer per jam terpantau pada Senin 14 September 2026.
TANGERANGNEWS.com-Aksi berbahaya menghadang truk di tengah jalan yang dilakukan oleh sekumpulan remaja di Tangerang Selatan, kembali memakan korban. Kali ini, insiden maut itu terjadi dekat Taman Tekno, tepatnya di Jalan Raya Serpong, Setu, Tangerang Selatan, Jumat, 2 Juli 2021 malam.
Aksi berbahaya menghentikan truk yang tengah melaju di tengah jalan tersebut, menewaskan remaja berinisial YF, 16. "Bermula ketika kendaraan truk tronton Hino yang dikemudikan oleh sopir berinisial SPR sedang melaju dari arah Parung menuju BSD," ujar Kanit Laka Polres Tangsel Iptu Agus Sutisna, Sabtu, 3 Juli 2021.
Sesampainya di dekat bundaran Taman Tekno, korban bersama rekannya turun ke jalan. Mereka berdiri di tengah-tengah jalan tanpa sedikit pun merasa khawatir. "Setelah menghadang, YF melompat ke bemper depan, sebelah kiri truk tersebut," kata Agus. Namun saat melompat, korban justru terjatuh. "Kemudian korban terlindas ban kiri depan truk," imbuhnya.
Atas kejadian itu, YF mengalami luka yang cukup parah dan kehabisan banyak darah. Sehingga nyawa korban pun tak dapat diselamatkan. "Korban meninggal dunia saat dibawa ke RSUD Tangerang," pungkasnya.
Kondisi cuaca panas dengan suhu mencapai 35 derajat Celsius dan kecepatan angin hingga 45 kilometer per jam terpantau pada Senin 14 September 2026.
TODAY TAGPLN Group mengembangkan Desa Bandung, Kecamatan Banjar, Kabupaten Pandeglang, Banten, menjadi kawasan wisata berbasis energi bersih melalui Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Desa Berdaya Eco-Wisata SiNyonya.
Ulama kondang asal Kabupaten Tangerang KH. Ahmad Fudholi meninggal dunia setelah menjalani perawatan pascakecelakaan di Tol Tangerang-Merak.
Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews