Connect With Us

Airin Muncul, Ratusan Peserta Jalani Donor Darah & Plasma Konvalesen di Puspiptek

Rachman Deniansyah | Senin, 16 Agustus 2021 | 15:52

Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Tangsel, Airin Rachmi Diany serta didampingi Koordinator Rumah Lawan COVID-19 Kota Tangerang Selatan Suhara Manullang saat di wawancarai awak media. (@TangerangNews / Rachman Deniansyah)

TANGERANGNEWS.com-Ratusan peserta tampak bersemangat menjalani donor darah dan plasma konvalesen di Gedung Teknologi 2 Badan Pengkajian Dan Penerapan Teknologi (BPPT), Kawasan Puspiptek, Setu, Tangerang Selatan, Senin, 16 Agustus 2021. 

Kegiatan sosial yang digelar dalam rangka Hari Ulang Tahun (HUT) ke-43 BPPT dan menyambut Hari Kemerdekaan itu, juga turut dihadiri oleh mantan Wali Kota yang kini menjabat sebagai Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Tangsel, Airin Rachmi Diany. 

Dengan paras yang cantik, sesekali ia menyapa para peserta agar lebih bersemangat dalam mendonorkan darahnya. 

	Kegiatan donor darah dan plasma konvalesen di Gedung Teknologi 2 Badan Pengkajian Dan Penerapan Teknologi (BPPT), Kawasan Puspiptek, Setu, Tangerang Selatan, Senin, 16 Agustus 2021.

Sedikitnya terdapat 120 orang yang ikut serta dapan kegiatan sosial pendonoran darah kali ini. 

"Kemudian terdapat juga yang donor plasma konvalesen, sementara ini ada 20 orang. Tapi untuk sekarang baru skrining dulu, (kalau lolos) nanti kita arahkan ke PMI Tangsel," tutur Airin saat dijumpai awak media. 

Kerja sama pendonor darah ataupun plasma konvalesen ini, menurut Airin, ke depannya akan terus berlanjut secara rutin. 

Kegiatan donor darah dan plasma konvalesen di Gedung Teknologi 2 Badan Pengkajian Dan Penerapan Teknologi (BPPT), Kawasan Puspiptek, Setu, Tangerang Selatan, Senin, 16 Agustus 2021.

"Dan kalau yang donor plasma konvalesen lebih dari 20 orang, nanti alat yang di PMI akan kita bawa ke sini (jemput bola)," imbuhnya. 

Airin menuturkan, upaya jemput bola tersebut diterapkan agar dapat mendorong minat masyarakat dalam mendonorkan darahnya. 

Pasalnya seperti diketahui dalam kondisi pandemi COVID-19 ini, jumlah pendonor sempat mengalami penurunan. 

"Jadi beberapa inovasi harus kita lakukan. Terus ditambah lagi kita sekarang gabung, donor darah dengan donor plasma konvalesen. Karena kita berharap bahwa dengan alat yang kita punya, kita mencari orang yang memang mau mendonor," terangnya. 

Kepala Unit Donor Darah (UDD) PMI Tangsel Suhara Manullang mengharapkan, agar darah dan plasma konvalesen yang didonorkan oleh peserta ini dapat memenuhi kebutuhan atas permintaan yang kini berangsur turun. 

"Kondisi saat ini yang waiting list itu 150-an sebetulnya. Kemudian yang sudah siap mendonor ada sekitar 60 orang," papar Suhara. 

Seluruh permintaan tersebut, kata dia, berasal dari sejumlah wilayah, termasuk hinga ke luar kota dan provinsi. 

"Kemarin kita penuhi hingga ke Balikpapan, Samarinda, kemudian Palangkaraya, terakhir Ambon juga ya, ke Jambi dan se-Pulau Jawa," tandasnya.

BANTEN
Bayi Sulit Menyusu Belum Tentu Tongue Tie, Ini Penjelasan Dokter 

Bayi Sulit Menyusu Belum Tentu Tongue Tie, Ini Penjelasan Dokter 

Jumat, 16 Oktober 2026 | 10:36

Bayi yang kesulitan menyusu memang kerap membuat orang tua khawatir, terlebih ketika muncul dugaan tongue tie atau kondisi yang membatasi gerakan lidah.

OPINI
Darurat Perundungan, Saatnya Islam Menjadi Solusi Hakiki

Darurat Perundungan, Saatnya Islam Menjadi Solusi Hakiki

Senin, 12 Oktober 2026 | 21:02

Orang tua mana yang tidak hancur hatinya, ketika melihat anaknya tersakiti? Terlebih jika peristiwa menyakitkan itu terjadi di lingkungan sekolah, tempat yang semestinya menjadi ruang aman bagi anak untuk belajar, bertumbuh

TEKNO
Fundamental dan Teknikal Solana di Akhir Tahun 2026

Fundamental dan Teknikal Solana di Akhir Tahun 2026

Selasa, 13 Oktober 2026 | 18:16

Solana memasuki akhir 2026 dengan sejumlah katalis yang dapat menentukan arah harga SOL. Pertumbuhan ekosistem, aktivitas jaringan, pengembangan aplikasi terdesentralisasi, serta kondisi pasar kripto menjadi faktor fundamental yang perlu

NASIONAL
Bos Buruh Klaim Pabrik PHK Massal Bukan karena Upah Tinggi, Ini Empat Penyebabnya

Bos Buruh Klaim Pabrik PHK Massal Bukan karena Upah Tinggi, Ini Empat Penyebabnya

Rabu, 14 Oktober 2026 | 14:45

Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal menilai kenaikan upah minimum bukan penyebab utama penutupan pabrik dan pemutusan hubungan kerja (PHK) di Indonesia.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill