Connect With Us

Hebat! MAN Insan Cendekia Serpong Peringkat Pertama Terbaik Nasional UTBK 2021

Tim TangerangNews.com | Sabtu, 2 Oktober 2021 | 09:00

Daftar sekolah/madrasah terbaik yang dirilis LTMPT diperoleh berdasarkan nilai UTBK 2020 dan 2021. (@TangerangNews / Tangkapan layar)

TANGERANGNEWS.com- Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT) Kemendikbud mengumumkan hasil Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK). Daftar sekolah/madrasah terbaik yang dirilis LTMPT diperoleh berdasarkan nilai UTBK 2020 dan 2021.

Dari 1000 sekolah/madrasah yang dirilis LTMPT, Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Insan Cendekia (IC) Serpong, Kota Tangerang Selatan, Banten, berhasil meraih peringkat pertama terbaik nasional dalam top 1.000 sekolah berdasarkan nilai UTBK 2021. Tahun 2020, hasil UTBK MAN IC Serpong menduduki peringkat kedua terbaik nasional, di bawah SMAN Unggulan M.H. Thamrin, DKI Jakarta.

“MAN Insan Cendekia Serpong berhasil menempati peringkat pertama dengan nilai UTBK 2021 yakni 675, 962 dan nilai UTBK 2020 yakni 599,654 dan nilai total 637,808,” ujar Kepala LTMPT, Prof Mohammad Nasih dalam konferensi pers Launching Top 1000 Sekolah Tahun 2021 Berdasarkan Nilai UTBK di Jakarta, Jumat 1 Oktober 2021.

Nasih menuturkan, hasil ini adalah posisi atau urutan bukan soal SMA terbaik atau tidak terbaik. “Yang kita sampaikan di sini adalah SMA dengan rata-rata nilai UTBK tertinggi," kata Nasih.

Sedangkan peringkat dua yaitu SMAN Unggulan MH Thamrin Jakarta, dengan nilai UTBK 2021 669,669 dan nilai UTBK 2020 yakni 601,683 atau nilai total 635,676.

Adapun untuk peringkat ketiga yakni SMAN 8 Jakarta, dengan nilai UTBK 2021 yakni 666,855 dan nilai UTBK 2020 yakni 594,865 atau nilai total yakni 630,860.

Sementara itu, SMAS Unggul DEL Sumatera Utara merupakan satu-satunya sekolah di Sumatera yang masuk ke dalam top 10. SMAS Unggul DEL Sumatera Utara meraih nilai UTBK 2021 yakni 661,832 dan nilai UTBK 2020 yakni 598,523 atau nilai total 630,860.

Kriteria pemeringkatan tersebut yakni jumlah sekolah peserta UTBK sebanyak 23.110 sekolah. Sekolah yang diikutkan dalam pengukuran adalah sekolah dengan jumlah peserta yang mengikuti UTBK 2021 sebanyak lebih dari 40 orang dan jumlah sekolah yang memenuhi kriteria sebanyak 4.432 sekolah.

Untuk metode pengukuran yakni nilai total dihitung berdasarkan 50 persen nilai UTBK 2021 dan 50 persen nilai UTBK 2020. Nilai UTBK yang diukur berdasarkan 60 persen Tes Potensi Skolastik (TPS) dan 40 Tes Kemampuan Akademik (TKA). Nilai UTBK 2021 dihitung sesuai dengan kriteria pada 2021 dan diambil 1.000 sekolah dengan nilai total tertinggi.

Provinsi yang memiliki sekolah terbanyak yang masuk top 1.000 adalah Jawa Tengah dengan 211 sekolah, Jawa Barat dengan 169 sekolah, Jawa Timur dengan 162 sekolah, DKI Jakarta dengan 132 sekolah, DI Yogyakarta dengan 83 sekolah, Banten dengan 49 sekolah, Sumatera Barat dengan 30 sekolah, Bali dengan 20 sekolah, dan Riau dengan 18 sekolah.

“Ini bukan proses klasterisasi, lebih tepatnya akuntabilitas LTMPT. Ini justru menjadi fokus kami, setelah menilai dan melihat peta ini perlu ada upaya nyata yang dilakukan baik sekolah maupun pemerintah provinsi,” terang Nasih.

TANGSEL
Atasi Sampah, Pemkot Tangsel Targetkan Seluruh Fasilitas Publik hingga Perkantoran Dipasang Biopori

Atasi Sampah, Pemkot Tangsel Targetkan Seluruh Fasilitas Publik hingga Perkantoran Dipasang Biopori

Kamis, 8 Januari 2026 | 23:33

Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang (DCKTR) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) kini bersiap mereplikasi secara masif Program Biopori sebagai upaya mengatasi krisis sampah yang terjadi di wilayah tersebut.

HIBURAN
Penggagas Soundtrack KKN di Desa Penari Ciptakan Lagu Tepis Stereotip Horor Gunung Kawi

Penggagas Soundtrack KKN di Desa Penari Ciptakan Lagu Tepis Stereotip Horor Gunung Kawi

Jumat, 9 Januari 2026 | 13:50

Musisi asal Gunung Kawi, Matoha Mino, merilis lagu berjudul Gunung Kawi sebagai bentuk respons terhadap persepsi yang menurutnya keliru dan telah lama berkembang di masyarakat terkait stigma tentang Gunung Kawi

MANCANEGARA
WEF Proyeksikan Badai PHK Berlanjut hingga 2030, Penyebabnya Gegara AI 

WEF Proyeksikan Badai PHK Berlanjut hingga 2030, Penyebabnya Gegara AI 

Kamis, 8 Januari 2026 | 13:17

Pergantian tahun belum membawa angin segar bagi pasar tenaga kerja global. Ancaman pemutusan hubungan kerja diperkirakan masih akan membayangi hingga beberapa tahun ke depan, bahkan berpotensi berlangsung sampai 2030.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill