Connect With Us

Airin Unggul di Empat Kecamatan

| Senin, 15 November 2010 | 00:47

Kotak suara dari PPK Pamulang dikembalikan ke KPU Tangsel. Kegiatan ini berlangsung hingga malam tadi. (tangerangnews / dira)

TANGERANGNEWS- Berdasarkan hasil informasi pleno penghitungan sementara yang didapati wartawan tingkat Panitia Pemungutan Suara Kecamatan (PPK) yang diperoleh di tujuh kecamatan  yang ada di Kota Tangsel,  memenangkan pasangan Airin Rachmi Diany-Benyamin Davnie dengan perolehan suara mencapai 18.8896 suara.

Pasangan yang didukung 9 partai ini, yakni Partai Golkar, Partai Demokrat, PDI Perjuangan, PKS, PAN, PDS, PKB, PPDI, PKPI  ini unggul tipis dari pasangan nomor urut 3, Arsid –Andre Taulany  yang diusung partai PPP, PBB, Hanura, Gerindra dengan perolehan suara 18.7781. Artinya ada selisih sekitar 1.168 suara.  

Sedangkan dibelakangnya, pasangan lain yakni dua pasang dari jalur independent, Yayat Sudrajat-Norodom Sukarno mencapai 2.2637  suara. Dan pasangan Rodhiyah Najibah –Sulaiman Yasin dengan perolehan suara 7.607 suara.

Pasangan Airin – Benyamin unggul di empat kecamatan, yakni Serpong Utara dengan suara 18.058,  Pondok Aren 42.086, Ciputat 32.041 dan Ciputat Timur 26.352 suara.  Sedangkan Arsid-Andre  unggul di tiga kecamatan, Pamulang 40.679 suara, Setu 11.139 suara serta Serpong 18.541 suara.

Data perolehan suara  ini adalah masih data sementara hingga pukul 23.00 WIB. Ditanya soal angka tersebut, Anggota KPU Tangsel, Samani mengatakan, kaitan dengan angka yang didapati wartawan dari berbagai sumber di PPK tidak bisa dia komentari.

Tapi secara resmi perhitungan rekapitulasi suara  akan diumumkan pada tanggal 17 November 2010. “Kenapa tidak bisa komentar, karena masih ada saksi-saksi yang keberatan dan belum mau menandatanganinya,” katanya.

Ditanya kenapa hingga malam KPU belum juga mendapatkan hasil pleno PPK, padahal sejumlah saksi di PPK telah mengetahuinya, Samani mengatakan, karena prosesnya masih berjalan.  

Mengomentari itu, Majembar Tim Sukses Arsid-Andre mengatakan, hingga kini pihaknya masih menunggu pleno resmi selesai. Meski begitu, dia tidak memungkiri  hasil sementara memang ada selisih sekitar 1.000 suara.  Ditanya apa yang akan dilakukan dengan melihat kondisi semisal seperti itu, Majembar mengatakan, akan mengumpulkan bukti-bukti kuat untuk melakukan gugatan ke MK. “Kita tidak akan berdiam diri,” tegasnya.

Sekretaris Ketua Tim Airin-Benyamin Veri Muchlis mengatakan, mempersilahkan jika memang ada gugatan dari kubu lain. Dia bahkan berani membuka sayembara jika sampai ditemukan money politik yang dilakukan dari kubu pasangan ini. “Kami sangat siap digugat. Karena kami tidak melakukan itu,” katanya.

Veri meyakini, Airin bukanlah incumbent, karena Pilkada Tangsel adalah yang perdana, selain itu pihaknya tidak melakukan money politics. “Kami juga tidak melakukan intimidasi, jutru kami melihat ada keterlibatan PNS di Kabupaten Tangerang. Meski begitu, kami yakin mereka (Tim Arsid ) akan menerima lapang dada sesuai dengan janji mereka kepada KPU, siap menang dan siap kalah,” tegasnya. (dira)

HIBURAN
VIVERE Hotel Hadirkan Kreasi Pastry dan Cheesecake dari Jebolan MasterChef Indonesia 

VIVERE Hotel Hadirkan Kreasi Pastry dan Cheesecake dari Jebolan MasterChef Indonesia 

Rabu, 26 Agustus 2026 | 19:34

Cita rasa yang familiar dari makanan lokal kembali diolah dalam bentuk berbeda melalui kolaborasi VIVERE Hotel, ARTOTEL Curated bersama Chef Agnesia Cahaya, MasterChef Indonesia Season 10.

WISATA
7 Kuliner Autentik Tanah Sumatra yang Wajib Dicicipi di Festival Kuliner Serpong 2026

7 Kuliner Autentik Tanah Sumatra yang Wajib Dicicipi di Festival Kuliner Serpong 2026

Minggu, 23 Agustus 2026 | 01:36

Pecinta kuliner di wilayah Tangerang dan sekitarnya dapat kembali menikmati beragam masakan khas nusantara di Festival Kuliner Serpong (FKS) 2026.

MANCANEGARA
Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Selasa, 14 Juli 2026 | 13:48

Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut

OPINI
Meritokrasi Tanpa Jiwa

Meritokrasi Tanpa Jiwa

Senin, 17 Agustus 2026 | 19:33

Peringatan kemerdekaan republik ini sejatinya memanggil kembali janji emansipasi yang paling mendasar, yakni pembebasan nalar manusia dari segala bentuk perhambaan feodal.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill