Gaji PPPK Resmi Ditanggung APBN 2027 Sebesar Rp23 Triliun, DPR Dorong Afirmasi Honorer Senior
Selasa, 6 Oktober 2026 | 22:38
Pemerintah daerah (pemda) yang selama ini kewalahan menanggung beban belanja pegawai kini dapat bernapas lega.
TANGERANGNEWS.com-Perbedaan harga minyak goreng yang terlampau jauh antara di ritel modern dan toko eceran di pasaran membuat warga Tangerang Selatan kebingungan.
Untuk di toko eceran, pedagang masih menjualnya dengan harga di pasaran. Tak mampu menyaingi harga yang dijual di ritel-ritel modern.
Salah satu pedagang sembako, Lilis menuturkan, dirinya masih mematok harga sekitar Rp40 ribu per dua liternya. Sedangkan di ritel, dijual setengah harga lebih murah.
"Kita engga sanggup mengikuti harga ritel yang menjual Rp14 ribu per liter. Pertanyaan saya, kenapa Pemerintah ketika menetapkan harga Rp14 ribu tidak mempersiapkan buat kami pedagang kecil," ucap Lilis, Rabu, 26 Januari 2022.
Meski begitu, ia mengaku stok minyaknya selalu habis terjual. Hal itu disebabkan oleh banyaknya permintaan kebutuhan masyarakat.
"Laku juga sih, karena stok di ritel modern itu engga banyak. Saya jual Rp40 ribu tetap laku ini sudah mau habis," katanya.
Ia berharap, agar pemerintah dapat menggelar pasar murah dan memberi pasokan kepada para pedagang eceran sepertinya.
"Kalau melihat situasi ini harusnya digelar operasi pasar. Nah masyarakat dan pedagang kecil juga diberikan hak yang sama untuk menjalankan usahanya," katanya.
Sementara itu, di sisi lain keberadaan minyak goreng murah yang dijual di seluruh ritel modern, kini telah langka.
Masyarakat langsung menyerbunya ketika pemerintah mengumumkan kebijakan pemangkasan harga tersebut.
Salah satu pegawai minimarket di Kawasan Serpong, HS menuturkan, stok minyak murah kini telah ludes.
"Semenjak pemerintah mengumumkan, itu langsung habis," kata HS.
Menurutnya, hingga kini belum ada pengantaran stok minyak lagi ke tempatnya bekerja. Sedangkan permintaan masyarakat masih cukup tinggi.
"Sampai sekarang kosong. Stok atau barangnya belum dikirim dari kantor," katanya.
Hal itu pun membuat masyarakat dilema. Seperti halnya yang dirasakan oleh salah satu ibu muda yang tinggal di wilayah Pamulang, Lisa.
"Ya gimana? Saya sudah cari itu kosong semua di minimarket. Sedangkan di pasar biasa (toko eceran) itu masih mahal. Harganya beda dua kali lipat," ungkapnya.
Atas kondisi itu, ia pun harus pintar-pintar mengakalinya. Salah satunya dengan mengirit pemakaian minyak goreng di rumah atau hingga menggantinya dengan mentega.
"Jadi sekarang saya irit-irit banget pemakaian minyak. Bahkan kalau goreng buat anak, kadang saya pakai mentega," tandasnya.
Pemerintah daerah (pemda) yang selama ini kewalahan menanggung beban belanja pegawai kini dapat bernapas lega.
TODAY TAGPemerintah Kota Tangerang Selatan (Pemkot Tangsel) terus melengkapi aplikasi Tangsel One dengan berbagai layanan.
Potensi pariwisata di Kabupaten Tangerang belum memberikan kontribusi maksimal terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Kawasan perkotaan memiliki permintaan kuliner yang tinggi karena mobilitas dan gaya hidup penghuninya yang sibuk. Misalnya, area padat seperti Tangerang membuka peluang bagi beragam konsep makanan.
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews