Tak Maksimal Sumbang PAD, Wisata Kabupaten Tangerang Terkendala Regulasi dan Lahan
Selasa, 6 Oktober 2026 | 19:40
Potensi pariwisata di Kabupaten Tangerang belum memberikan kontribusi maksimal terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD).
TANGERANGNEWS.com-Wakil Wali Kota Tangerang Selatan Pilar Saga menegaskan komitmen Pemerintah Kota Tangsel dalam memajukan pendidikan di wilayahnya, salah satunya yakni program beasiswa bagi Tahfiz Quran.
"Kita punya program 1.000 beasiswa bagi 1.000 Tahfiz Quran di anak-anak Tangerang Selatan yang pintar, cerdas yang tidak mampu. Kita berikan kesempatan," kata Pilar.
Pilar menyampaikan komitmennya itu saat meresmikan Sekolah Dasar (SD) Islam Terpadu Baitul Akbar Parabek. Bertempat di Yayasan Baitul Akbar, Lengkong Gudang Timur, Serpong, Senin 28 Februari 2022.
Pada kesempatan tersebut, Pilar menyampaikan apresiasi dengan hadirnya SDIT Baitul Akbar Parabek, yang sesuai dengan moto Tangerang Selatan.
"Kami sangat menghargai dan menghormati upaya yang dilakukan semua pihak untuk mendorong Tangsel yang cerdas, sesuai dengan moto cerdas, modern, religius," tutur Pilar.
Lebih lanjut dia juga menekankan pentingnya pendidikan untuk semua lini. Menurutnya, saat ini pendidikan menjadi salah satu kunci untuk menghadapi persaingan global.
"Artinya, tugas kita bersama-sama mencerdaskan masyarakat Indonesia, mencerdaskan masyarakat Tangerang Selatan," ujarPilar.
Pada acara peresmian SDIT Baitul Akbar Parabek tersebut turut hadir Kepala Dinas Sosial, Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, dan Camat Serpong.
Potensi pariwisata di Kabupaten Tangerang belum memberikan kontribusi maksimal terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD).
TODAY TAGKapolda Banten Irjen Pol. Hendra Kurniawan membuka akses nomor pribadinya, yakni 0811-1123-9696 bagi masyarakat yang ingin menyampaikan pengaduan terkait keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas)
Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal menilai kenaikan upah minimum bukan penyebab utama penutupan pabrik dan pemutusan hubungan kerja (PHK) di Indonesia.
Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews