KH Ahmad Fudholi Meninggal Dunia Usai Jalani Perawatan Akibat Kecelakaan
Senin, 7 September 2026 | 15:29
Ulama kondang asal Kabupaten Tangerang KH. Ahmad Fudholi meninggal dunia setelah menjalani perawatan pascakecelakaan di Tol Tangerang-Merak.
TANGERANGNEWS.com-Seorang maling motor dikeroyok warga usai kepergok sedang beraksi di Jalan Masjid Darussalam, RT01/01, Kelurahan Parigi, Kecamatan Pondok Aren, Kota Tangerang Selatan (Tangsel).
Dalam aksi yang dilakukan Sabtu 14 Mei 2022, pukul 21.30 WIB itu, pelaku nekat hendak mencuri sepeda motor di parkiran hajatan pernikahan.
"Jadi ada pesta pernikahan, lalu petugas keamanan parkiran melihat ada yang mencurigakan, orang duduk-duduk di motor dan mondar mandir, mengincar motor milik tamu kondangan," kata Cholis, warga setempat, Senin 16 Mei 2022.
Petugas akhirnya mendatangi pelaku, lalu menginterogasi dan memeriksa saku celananya. Ternyata ada barang berupa kunci leter T, hingga pelaku diteriaki maling.
Warga yang mendengar hal itu langsung menghakimi pelaku. Beruntung pelaku masih bisa diamankan di rumah tokoh masyarakat setempat. "Setelah menunggu kurang lebih 30 menit, petugas Kepolisian dari Polsek Pondok Aren datang ke lokasi dan membawa tersangka," ujar Cholis.
Ulama kondang asal Kabupaten Tangerang KH. Ahmad Fudholi meninggal dunia setelah menjalani perawatan pascakecelakaan di Tol Tangerang-Merak.
TODAY TAGMenteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (Menko IPK) Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) meninjau langsung langkah pencegahan banjir dan penanganan pendangkalan di kawasan Kali Perancis, Kota Tangerang
Empat bulan lebih karhutla melanda hutan Indonesia. Titik api pun tidak kunjung hilang walau pejuang damkar terus berupaya padamkan bara. Tidak sedikit api menyambar rumah warga, hingga mengungsi ke wilayah amhan walau harus kehilangan hunian mereka.
Puluhan pelatih cabang olahraga (Cabor) panahan berkuda atau horseback archery yang berasal dari 38 Provinsi di Indonesia mendapatkan training camp dari pelatih kepala Némethy Horseback Archery Academy di Hungaria, Christoph Némethy.
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews